JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Pupuk Subsidi Bocor di Gondang Sragen, Ketua HKTI Ungkap Pernyataan Mengejutkan dari Almarhum Haji Nardi. Sebut Pemerintah Kecolongan, Benarkah Ada Permainan?

Tim Reskrim Polres Sragen saat menyegel tumpukan pupuk bersubsidi milik Tri Widodo di Kaliwedi, Gondang, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus temuan kios pupuk tak resmi yang menjual pupuk bersubsidi di Desa Kaliwedi, Gondang, Sragen menuai reaksi keras dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sragen.

HKTI menilai kasus pupuk bersubsidi sampai bocor ke kios tak resmi itu tak lepas dari adanya monopoli dalam sistem distribusi pupuk bersubsidi. Pemkab melalui dinas terkait dinilai kecolongan dan gagal menjaga amanah dalam pendistribusian pupuk ke petani.

Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sragen, Syaiful Hidayat. Kepada wartawan, ia mengaku sangat menyayangkan terjadinya penimbunan pupuk bersubsidi di kios tak resmi yang kemudian dijual ke masyarakat umum dengan harga tinggi di Kecamatan Gondang itu.

Baca Juga :  Bikin Pilu, Nenek yang Tewas Kesetrum Jebakan Tikus di Sragen Ternyata Mau Jual Ayam ke Pasar. Rela Jalan Kaki 2 KM Lewat Sawah-Sawah, Ayamnya Juga Ikut Mati Kesetrum..

Menurutnya, pemerintah telah kecolongan dalam pengawasan peredaran pupuk bersubsidi sampai ada pupuk sampai ke kios umum dijual melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi).

Syaiful juga menyebut, bocornya pupuk bersubsidi seperti itu tak lepas dari adanya monopoli pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh tengkulak besar. Dugaan monopoli itu juga sudah pernah disampaikan salah satu distributor pupuk di Sragen, Almarhum Haji Nardi.

“Pak Nardi itu selalu bilang pupuk subsidi itu dimonopoli. Karena itu pada akhirnya ada orang yang seharusnya dapat hak malah tidak mendapatkan hak. Sekarang kondisi seperti itu kan tidak sehat, ya sangat disayangkan. Dengan adanya penumpukan itu kan terjadi monopoli. Nah biar tidak terjadi monopoli yang punya kekuatan hanya pemerintah. Bagaimana agar pupuk tidak jatuh pada tangan tengkulak. Ini tugasnya pemerintah dan dinas terkait,” paparnya kemarin.

Baca Juga :  Dimotori Mantan Anggota DPRD, MTsN 4 Sragen Sabet Juara 2 Lomba Kinerja Komite tingkat Kabupaten. Ini Rahasianya!

Syaiful menyayangkan lambannya dinas dan KP3 dalam menangkap indikasi ketidakberesan distribusi pupuk subsidi. Padahal faktanya kasus kelangkaan pupuk hampir terjadi setiap tahun dan tiap musim tanam tiba.

Kasus monopoli dan kebocoran itu sangat berdampak buruk merugikan petani. Sebab petani yang seharusnya mendapatkan pupuk bersubsidi malah tidak dapat dan dipindahtangankan dengan dijual umum.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua