JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kecewa Berat Hasil Muscab, Belasan Pengurus PAC PKB Sragen Rame-Rame Bakar Undangan. Desak DPP Bertindak dan Digelar Muscab Ulang!

Sejumlah perwakilan PAC PKB Sragen membakar surat undangan simbol kekecewaan atas hasil Muscab, Senin (8/3/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi penolakan terhadap hasil musyawarah cabang (Muscab) PKB Sragen terus berlanjut. Hari ini, belasan perwakilan PAC rame-rame menyatakan menolak hasil Muscab dan menuntut agar dilakukan pembatalan hasil Muscab.

Tak hanya itu, para perwakilan PAC itu juga membakar surat undangan mereka sebagai bentuk kekecewaan atas prosesi dan hasil Muscab yang dinilai telah mengabaikan aspirasi bawah dan mematikan etika demokrasi.

Aksi penolakan itu disuarakan ketika mereka berkumpul di Sekretariat DPC PKB Sragen, Senin (8/3/2021). Pengurus PAC Kecamatan Ngrampal, Rohmad mengatakan kehadiran perwakilan PAC itu atas inisiatif bersama menyikapi protes terkait hasil Muscab, sehari sebelumnya.

Ia mengklaim PAC yang datang dan menyatakan penolakan mencapai lebih dari separuh. Di antaranya dari PAC Kedawung, PAC Karangmalang, PAC Kalijambe, PAC Plupuh, PAC Gemolong, PAC Masaran, PAC Gondang, PAC Gesi, PAC Sukodono dan PAC Mondokan PAC Sambirejo, dan PAC Sragen Kota.

Baca Juga :  Terima Sembako Demokrat, Sejumlah Tukang Becak di Sragen Ditanya Masih Ingat SBY? Ternyata Jawabannya Bikin Kaget hingga Muncul Wacana Mas Bro Maju Cawabup di 2024!

Sedangkan yang setuju hasil keputusan Muscab, menurutnya hanya ada 3 PAC yakni PAC Tanon, PAC Sambungmacan dan PAC Jenar.

“Saya atas nama semua PAC se-Kabupaten Sragen menegaskan apabila ini tidak respon oleh DPW dan DPD, maka semua PAC se-Kabupaten Sragen akan berangkat ke Jakarta menghadap Cak Imin,” paparnya.

Ia menegaskan intinya dia dan PAC-PAC menghendaki akan hasil Muscab dibatalkan. Kemudian digelar Muscab ulang dengan mempertahankan pengurus lama agar bisa menjadi pengurus lagi.

Senada, Muhammad Faizin dari PAC Masaran menyampaikan mewakili seluruh pengurus di PAC se-Kabupaten Sragen, pihaknya juga menolak dengan hasil Muscab.

Menurutnya, ada beberapa alasan yang mendasari penolakan dari PAC. Yakni bahwa Muscab tersebut dianggap tidak mewakili aspirasi PAC di Kabupaten Sragen.

Hal itu terjadi pada pemilihan dewan Syuro dan Dewan Tanfidz serta struktur lainnya yang dinilai mengabaikan usulan PAC.

“Singkatnya, Muscab yang diadakan ini tidak mewakili PAC se-Kabupaten Sragen,” katanya.

Baca Juga :  Sukodono Geger, Dibakar Cemburu Buta, Seorang Pria Ngamuk Tebas Tetangga Sendiri Pakai Celurit. Pelaku Ancam Habisi Semua Keluarganya, Suasana Sempat Mencekam

Kemudian, PAC menganggap proses Muscab kemarin telah menunjukkan bahwa partai PKB sudah kehilangan etika organisasi dalam memilih kepemimpinan.

Menurutnya, proses pemilihan pengurus dan pimpinan DPC sudah jauh dari asas demokrasi dan transparansi.

Kemudian ia menilai PKB tidak menghargai PAC dalam menentukan kepimpinan.

“Atas dasar itulah, kami berharap ini semua untuk menolak hasil keputasan DPP PKB tentang persetujuan kepemimpinan DPC PKB Sragen Jawa Tengah masa bakti 2021-2026. Kemudian mengembalikan pemilihan Ketua DPC PKB dengan demokrasi melalui PAC,” tuturnya.

Lantas, pihaknya memohon pada DPP PKB agar lebih menghargai suara aspirasi PAC di Kabupaten Sragen demi kondusivitas dan keutuhan PKB di Sragen.

“Harapaan kami dikembalikan lagi pengurusan yang terdahulu sambil meminta kembali untuk mengadakan Muscab ulang di 20 PAC se-Kabupaten Sragen,” tegasnya.

Aksi ditutup dengan pembakaran surat undangan Muscab oleh para perwakilan PAC. Wardoyo