JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Penanganan Covid-19 di Wilayah Jawa Tengah Tunjukkan Tren Positif, Pemprov Jateng Klaim Hanya 1 RT yang Berstatus Zona Merah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau proses vaksinasi Covid-19 di Kota Semarang, Rabu (3/3/2021). Foto: Humas Pemprov Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menekan kasus Covid-19 menunjukkan tren positif.

Bahkan, saat ini hanya tersisa satu Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jateng yang berstatus zona merah. Sementara kawasan yang kini masuk dalam zona hijau Covid-19 telah bertambah menajdi 11.090 RT.

Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo. Diterangkannya, sebuah RT akan dinyatakan zona merah apabila ada lebih dari 10 rumah tangga yang ditemukan kasus Covid-19.

“Menurut indikator dari Mendagri, hanya ada satu RT di Jawa Tengah (masuk zona merah),” ujarnya di Kantor Gubernur Jateng, pada Senin (8/3/2021).

Sementara dalam paparannya, Yulianto menjelaskan untuk wilayah RT yang masuk zona oranye juga mengalami penurunan dari 42 RT menjadi 35 RT, sedangkan zona kuning turun dari 5.890 RT menjadi 5.837 RT.

Baca Juga :  Waspadai Munculnya Klaster Keluarga Usai Lebaran, Ganjar Minta Semua Siaga

Dan untuk zona hijau mengalami peningkatan dari 184.180 RT menjadi 195.270 RT atau bertambah 11.090 RT. Data tersebut apabila dibandingkan dengan data pada 28 Februari 2021.

Kendati demikian, Yulianto tidak memungkiri bahwa hingga saat ini, pihaknya masih seringkali menemukan adanya perbedaan data di Pemprov dengan Satgas Covid-19 pusat, terkait kasus aktif corona.

Ia menyebut, akan segera menyinkronkan data tersebut, sesuai perintah gubernur. “Kita bridging data, ini sedang berlangsung,” ujar Yulianto, seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.

Kasus Aktif Berkurang

Terkait perbedaan data kasus aktif Covid-19, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan jajarannya untuk dapat bertindak lebih sigap. Hal itu demi menghindari disparitas data antara pusat dengan daerah.

Baca Juga :  Perhatian, Semua Obyek Wisata di Kabupaten Ini Ditutup Total. Polisi Disiagakan Halau Semua Pengunjung untuk Kembali Pulang

“Sekarang kasus aktifnya 6.038, kalau ada data yang berbeda maka masukkan seluruh data, input secara disiplin, di setiap kabupaten kota dan layanan kesehatan yang punya kewajiban menginput,” tegasnya.

Ganjar menyebut, dengan jumlah kasus tersebut ada penurunan 10,49 persen dibandingkan minggu ke-8 di tahun 2021.

Sementara, mereka yang dirawat kini berjumlah 3.440orang atau menurun 5,85 persen. Adapun, kasus isolasi menurun sebanyak15,97 persen menjadi 2.598 orang.

“Puncak tertinggi terkonfirmasi ada di sekitar awal Desember 2020. Sempat meningkat kemarin Januari, sekarang menurun drastis. Jumlah pasien yang meninggal juga (menurun) cukup drastis,” pungkas Ganjar.