JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Perhatian, Riwayat 461 Kios dan Bangunan di Sepanjang Rel Sumberlawang-Kalijambe Sragen Dipastikan Segera Tamat. Pemilik Diberi Waktu 15 Hari Untuk Angkat Kaki, Kalau Tidak Satpol PP yang Bertindak!

Penampakan bangunan di sepanjang perlintasan kereta api di jalur Solo-Purwodadi wilayah Gemolong. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Riwayat 461 kios dan bangunan liar di sepanjang jalur kereta api dan jalan dari Kecamatan Sumberlawang hingga Kecamatan Kalijambe, Sragen dipastikan akan segera tamat.

Pasalnya pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemprov Jawa Tengah menyatakan keberadaan bangunan-bangunan yang difungsikan sebagai kios-kios dan sebagainya itu tidak memiliki ikatan apapun dengan pemerintah.

Para penghuni pun diberi waktu 15 hari untuk segera angkat kaki dan membongkar bangunan. Jika dalam kurun itu tak segera direspon, maka penertiban akan dilakukan oleh Pemkab Sragen atas restu Pemprov dan PT KAI.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi Penataan Ruang Milik Jalan dan Sempadan Rel Kereta Api Wilayah Kalijambe, Gemolong dan Sumberlawang yang digelar i IPHI Gemolong, Rabu (31/3/2021).

Baca Juga :  Bakal Serap 35.000 Pekerja, Semua Buruh Pabrik Sepatu Korea di Tanon Sragen Dijamin Langsung Diangkat Karyawan Tetap

Sosialisasi dihadiri sekitar 461 pedagang dan warga yang menempati bangunan di sepanjang titik Sumberlawang, Gemolong dan Kalijambe. Turut hadir pula Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Sekda Sragen, Tatag Prabawanto.

Deputyi Vice President PT KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta, Ary Mulyono dalam rapat koordinasi itu mengatakan, total ada 461 bangunan yang terdata berdiri di sepanjang rel dan jalan di tiga kecamatan itu.

Terdiri dari 436 bangunan yang berada di samping kiri kanan jalur lintasan dan sebanyak 25 bangunan berada di wilayah jalan Provinsi Jateng.

Baca Juga :  Nopol Terdaftar Misterius, Sejumlah Warga Sragen Curhat Ditolak Beli BBM di SPBU. Kok Bisa?

Untuk 436 bangunan yang ada di sisi kiri maupun kanan rel, Ary memastikan semuanya tidak memiliki ikatan apapun dengan kereta api. Sehingga mereka melakukan pembangunan tanpa izin ke PT KAI dan juga Pemkab Sragen.

“Sehingga memang ada rencana pelaksanaan untuk sterilisasi jalur di Sumberlawang Kalijambe. Hari ini dilakukan sosialisasi kepada mereka,” paparnya.

Kasi Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) Satpol PP Provinsi Jateng, Surono mengungkapkan sterilisasi ratusan bangunan itu akan melalui beberapa tahapan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com