JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Resmi Dibuka, Keindahan Kampung Lampion Sarigunan Siap Jadi Destinasi Wisata Baru di Sragen. Buka Tiap Malam Sabtu dan Minggu, Bupati Berharap Bisa Viral!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meresmikan Kampung Lampion Sarigunan, Sabtu (13/3/2021) malam. Foto/Wardoyo

IMG 20210313 WA0023
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meresmikan Kampung Lampion Sarigunan, Sabtu (13/3/2021) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bagi warga Sragen yang akan menikmati indahnya suasana lampion warna-warni, agaknya tak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota. Di Sragen, kini sudah ada destinasi wisata baru dengan nuansa lampion.

Ya, Kampung Lampion Sarigunan. Berada di pusat kota tepatnya di Kampung Sarigunan, kini disulap menjadi sebuah kampung yang indah dengan hiasan lampion warna-warni.

Kehadiran Kampung Lampion Sarigunan itu diresmikan langsung oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Sekda Tatag Prabawanto, Sabtu (13/3/2021) malam.

Tak hanya spot selfie dengan puluhan hingga ratusan lampion, Kampung Lampion Sarigunan juga menyajikan wisata kuliner dan aneka produk lokal kepada pengunjung.

Ditemui usai peresmian, Ketua Panitia Festival Kampung Lampion Sarigunan, Entik Wisudani mengatakan ide merintis kampung lampion muncul karena di Sragen belum ada tempat yang spesifik menyajikan lampion sebagai lokasi wisata.

“Yang kedua alasannya karena maintenance (perawatan) lebih mudah. Kalau seperti sayuran atau bunga kan harus ekstra. Kalau ini tidak terlalu ekstra dan saya kira ini baru satu-satunya di Sragen,” paparnya.

Entik menguraikan meski lampion identik dengan Imlek, menurutnya kehadiran Kampung Lampion sama sekali tidak identik dengan kampung Tionghoa.

Baca Juga :  Tragedi Setrum Jebakan Tikus Perenggut Nyawa di Sragen, Iwan Supardi Jadi Korban Tewas ke-16. Tewas Tepat di Hari Idul Fitri

Gagasan lampion itu murni untuk kepentingan menjadikan lokasi wisata. Justru ia menyebut bahwa kehadiran Kampung Lampion Sarigunan menjadi berbeda karena banyak ragam yang ditampilkan.

“Ke depannya ini akan kita buat khas bahwa ini lho buatan warga Sarigunan,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan Kampung Lampion Sarigunan menawarkan spot selfie dengan pemandangan lampion, kuliner dan lapak-lapak yang akan menjual produk-produk khas lokal.

Untuk lebih menghidupkan suasana, nantinya akan digelar event-event festival, pentas seni atau yang lain di lokasi tersebut.

Menurutnya, Kampung Lampion Sarigunan akan buka dua kali sepekan yakni pada malam Sabtu dan malam Minggu mulai pukul 18.00-21.00 WIB.

“Yang dijual di sini komplit dan khas di sini. Nanti akan ada nasi tumpang koyor khas Sarigunan dan lain-lain,” terangnya.

Entik menambahkan selain memberikan nuansa wisata baru di Sragen, kehadiran Kampung Lampion Sarigunan juga diharapkan membantu menggerakkan roda perekonomian warga Sarigunan pada khususnya. Karena mereka bisa berjualan di lapak-lapak yang sudah disediakan.

Bisa Berkembang dan Viral

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengapresiasi positif kehadiran Kampung Lampion Sarigunan itu. Menurutnya, gagasan Kampung Lampion itu bisa menjadi ide segar dan alternatif destinasi wisata baru di Sragen.

Baca Juga :  Terima Sembako Demokrat, Sejumlah Tukang Becak di Sragen Ditanya Masih Ingat SBY? Ternyata Jawabannya Bikin Kaget hingga Muncul Wacana Mas Bro Maju Cawabup di 2024!

“Ini bagus dan semoga bisa menjadi inisiator bagi kampung- kampung yang lain. Di Sragen ini memang kita tidak didukung dengan alam yang indah. Beda dengan Karanganyar. Kita memang harus seperti ini (kreatif) untuk menarik masyarakat dan harapan saya ini nanti menjadi besar, ngremboko dan bisa viral,” ujarnya saat memberi sambutan.

IMG 20210313 WA0017
Bupati saat meninjau stan kuliner di Kampung Lampion Sarigunan. Foto/Wardoyo

Bupati sangat berharap kehadiran Kampung Lampion Sarigunan bisa berjalan terus di tahun-tahun ke depan. Di 2021 ini, Pemkab menyuplai anggaran senilai Rp 50 juta untuk pengembangannya.

Ia juga mengapresiasi kepatuhan masyarakat dan panitia dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah situasi pandemi saat ini.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat bagi kampung-kampung yang lain. Apapun kalau tidak ada krentek warga, mustahil akan bisa. Pemerintah siap membantu dan dengan semangat Insya Allah kita akan menjadi Sragen ini menjadi destinasi wisata. Karena ke depan pariwisata harus mendominasi PAD Kabupaten Sragen. Sekali lagi saya ucapkan selamat dan sukses,” tandasnya. Wardoyo