JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

2 Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Kedung Plumpang Desa Semen Kecamatan Jatisrono Wonogiri, Kades Setempat Bilang Begini

Ilustrasi | joglosemarnews.com

 

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka menyelimuti warga Dusun Sedayu Desa Semen Kecamatan Jatisrono, Wonogiri. Pasalnya sebanyak dua pelajar warga setempat ditemukan sudah tidak bernyawa di aliran sungai desa.

Informasi yang dihimpun, peristiwa kedua bocah itu tenggelam di aliran sungai Kedung Plumpang di Desa Semen. Peristiwa terjadi Jumat (16/4/2021) ssekitar pukul 14.00 WIB.

Awalnya ada lima bocah yang bermain di sekitar aliran sungai itu. Tiga di antaranya masuk ke dalam sungai. Lantas dia dari mereka tewas tenggelam.

Awalnya ada lima anak yang bermain-main di sekitar aliran sungai Kedung Plumpang. Sesampainya di sungai, kedua korban langsung turun ke sungai dan bermain air. Namun, mendadak terseret arus dan tenggelam.

Baca Juga :  Catat Slur, Mulai Tanggal 6 Sampai 17 Mei 2021 Serentak Digelar Operasi Ketupat Candi. Ini Sasaran sasarannya

Melihat kondisi itu, teman-temannya berusaha menyelamatkannya. Hanya saja tidak membuahkan hasil, lantas mereka meminta bantuan kepada warga setempat.

Menurut Camat Jatisrono Suradi korban ada dua. Semuanya berstatus pelajar. Para korban berinisial M (12) dan I (13).

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Semen Kecamatan Jatisrono Kasto membeberkan ada tiga anak yang masuk ke aliran sungai. Satu di antaranya selamat.

Dia membeberkan peristiwa itu terjadi antara jam 14.00 WIB. Setelah mendapatkan permintaan tolong dari teman korban, warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pencarian.

Baca Juga :  Tak Cuma Menjelang Lebaran, Operasi Penegakan Prokes Digelar Sampai Tanggal 17 Mei 2021 Menyasar Hingga Semua Kecamatan

Selang satu jam kemudian tubuh kedua bocah itu ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian. Namun demikian nyawa kedua tidak dalat diselamatkan.

Kades berujar, tubuh korban ditemukan sekitar 25 meter pada kedalaman antara 2-4 meter. Saat kejadian arus sungai tidak terlalu deras.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari pihak terkait, kejadian itu murni kecelakaan air. Tidak ditemukan tanda penganiayaan di tubuh kedua anak itu. Pihak keluarga pun menerima kejadian tersebut dan menolak autopsi,” kata Kades. Aris