JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bentengi Aliran Radikal, Desa Ngringo, Karanganyar Ikrarkan Sebagai Kampung Pancasila

Peletakan batu pertama Kampung Pancasila / Foto: Beni Indra

IMG 20210404 WA0107
Peletakan batu pertama Kampung Pancasila / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Guna mencegah masuknya aliran radikalisme, warga RW 15 Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar, Jateng canangkan diri dengan brand sebagai Kampung Pancasila, Minggu (4/4/2021).

Dengan brand kampung Pancasila tersebut, warga bertekad  menjadikan kampungnya sebagai laboratorium pengamalan riil tentang nilai-nilai Pancasila.

Ketua RW 15 Desa Ngringo, Hendratmo mengatakan, memasuki era digitalisasi atau milenial seperti saat ini membuat masyarakat menjadi pragmatis serta berpikir instan, sehingga norma-norma kehidupan berbangsa yang terkandung dalam Pancasila kian terkikis.

“Diakui atau tidak merosotnya nilai Pancasila di masyarakat sudah menjadi fenomena umum sehingga dampaknya sangat kompleks dan membahayakan, termasuk tumbuh suburnya aliran radikal,” tandasnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (4/4/2021).

Untuk itulah mau tidak mau masyarakat harus dikembalikan pada nilai-nilai dasar Pancasila. Adapun caranya,  lanjut Hendratmo, dimulai dari skala kecil yakni mencanangkan kampung Pancasila mulai dari tingkat RT ataupun RW.

Baca Juga :  PAW Kades Girimulyo Ngargoyoso Hanya Dipilih 64 Orang, Ponco Adi Prasetyo Menang Telak

Pencanangan itu menurutnya penting sekali,  karena warga sekampung itu mau tidak mau akan mempraktekkan cara hidup seperti nilai-nilai dalam  Pancasila.

Sebab, warga kampung akan merasa malu jika bertindak secara moral seperti pancasila karena kampungnya sudah dideklarasikan sebagai kampung Pancasila.

“Menurut kami, warga kampung Pancasila akan lebih terkontrol jika bertindak diluar nilai pancasila, termasuk aliran radikal, sebab sudah berani mendeklarasikan diri dan itu risikonya berat karena menyangkut moralitas warga dimata warga lainnya,” ungkapnya.

Hendratmo mencontohkan, di RW 15 Desa Ngringo terdapat percontohan nyata kerukunan beragama sebagaimana tertera pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Pasalnya letak masjid dan gereja bersebelahan, namun kedua umatnya saling bantu-membantu jika ada acara keagamaan keduanya.

Baca Juga :  Respons Cepat Musibah Banjir Bandang, Muhammadiyah Karanganyar Berangkatkan Tim Relawan ke NTT

“Disini tiap ada sholat jumatan atau tarawih maka warga gereja membantu menjaga parkiran dan parkirnya pun di halaman gereja. Begitu sebaliknya jika gereja ada ibadah Minggu, umat Islam dan masjidnya berperan untuk tempat parkir sekaligus dihafalkan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesatuan Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat Kesbanglinmas Karanganyar, Bambang Sutarmanto mengapresiasi pencanangan kampung pancasila tersebut.

“Ini sebuah gagasan maju dalam bernegara yakni warga RT mendeklarasikan sebagai kampung Pancasila,” tandasnya.

Untuk itu dirinya langsung melakukan peletakan batu pertama dikampung pancasila tersebut. Adapun patung pancasila akan diresmikan pada 1 Juni mendatang.

“Kami berjanji akan suport inovasi warga RT 15 Desa Ngringo ini,” ujarnya. Beni Indra