JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bukan 4 Tahun, Ini Pernyataan Terbaru Bos Investasi Rangrang Sugiyono dan Penasehat Hukumnya Soal Rencana Pengembalian Dana Rp 1,5 Triliun ke 9.397 Mitra, Sumber Dana dan Tahapannya!

Bos CV MSB, Sugiyono (kiri) dan penasehat hukumnya, Pardiman (kanan). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dirut CV Mitra Sukses Bersama (MSB) Sragen, Sugiyono (45) menegaskan tetap berkomitmen untuk memenuhi kewajiban pembayaran dana investasi para mitra yang disebut masih senilai Rp 1,5 triliun.

Kesanggupan untuk membayar itu nantinya akan dilakukan secara bertahap dari hasil usahanya di bidang depo sembako melalui anak perusahaannya, KMS.

Hal itu disampaikan Sugiyono didampingi penasehat hukumnya, Pardiman kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (29/4/2021). Ia mengatakan tetap berkomitmen memenuhi pembayaran.

Akan tetapi, mengingat jumlahnya triliunan, tentunya hal itu tidak bisa dilakukan serta merta. Menurut rencana, pembayaran akan dilakukan dengan hasil usaha depo sembako KMS yang saat ini masih berjalan.

“Jadi belum ada target kalau harus empat tahun. Yang jelas nanti ada kesanggupan untuk membayar kekurangan kepada mitra. Sumber dananya dari usaha KMS itu,” paparnya, Kamis (29/4/2021).

Pardiman menjelaskan soal proses pembayaran nantinya akan dibahas lebih dahulu antara Sugiyono dengan para mitra dan koordinator.

Baca Juga :  Pencuri Bonsai Tetangga Dibekuk Polisi di Sambirejo Sragen. Kapolsek: Ini Dia Orangnya, Tatonya Banyak!

Menurut rencana, pertemuan akan digelar pada 21 Mei sampai 25 Mei mendatang seusai Lebaran. Dalam pertemuan nanti, akan dimulai dengan tahapan verifikasi jumlah paket para mitra dan koordinator.

Verifikasi dilakukan untuk memastikan berapa jumlah paket masing-masing mitra yang sementara tercatat sebanyak 9.357 orang.

“Nanti akan ada verifikasi jumlah paket pada koordinator itu. Nanti baru kita ketahui jumlah paket yang sebenar- benarnya. Tidak orang asal nulis. Karena kemarin fakta di persidangan ada penggelembungan. Ada pelapor yang di dakwaan ngaku punya 615 paket tapi pas di persidangan ternyata hanya 32 paket. Nah data itu yang akan kita verifikasi,” tandasnya.

Bagaimana dengan kemungkinan pembayaran menggunakan aset-aset selain KMS?

Pardiman menyampaikan saat ini pihaknya juga masih menunggu salinan putusan hasil sidang di PN Sragen. Hal itu untuk mengetahui berapa aset-aset milik Sugiyono yang disita dan dijadikan barang bukti.

Baca Juga :  Pasangan Agung/Sukis Raih Juara Turnamen Bulutangkis Jokindo Cup 2021. Animo Peserta Tinggi Sekaligus Jadi Ajang Silaturahmi

Namun ia menyebut jika Sugiyono pernah menyampaikan aset yang dimiliki hanya 1 persen dari jumlah tanggungan. Sehingga untuk pengembalian dana akan dilakukan dari sumber usaha KMS.

“Untuk teknis pembayaran nantinya bagaimana apakah dicicil dan apakah bertahap sampai durasinya berapa, nanti baru akan kita bahas pada pertemuan tanggal 21 Mei sampai 25 Mei itu. Kemudian kasus ini kan juga masih belum inkrah karena jaksa kemungkinan masih kasasi dan kita juga harus menunggu proses dulu,” tuturnya.

Pihaknya juga memandang perlu mempelajari aset-aset di sita. Nantinya jika ada, aset mana yang dimungkinkan bisa digunakan untuk melakukan pembayaran.

Pardiman menyampaikan untuk pembayaran kepada mitra juga akan dibuatkan melalui perjanjian baru lagi.

“Bagaimana kemampuan pak Sugiyono, tetap nanti dibahas dan dibicarakan dengan mitra dulu,” tandasnya.

Dirut CV MSB, Sugiyono. Foto/Wardoyo
Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua