JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Camat Jatiyoso Usulkan Bantuan untuk Belasan Rumah yang Tertimpa Longsor. Kerugian Ditaksir Sekitar Rp 100 Juta

Foto: Beni Indra

IMG 20210402 WA0070
Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Pasca terjadinya musibah tanah longsor yang menimpa belasan rumah di tiga desa di Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar Kamis (1/4/2021),  Camat Jatiyoso, Kusbiyantoro mengusulkan bantuan kompensasi kerugian kepada Pemkab Karanganyar melalui BPBD setempat.

Bantuan tersebut diharapkan bisa memperingan beban warga yang rumahnya rusak tertimpa tanah  longsor.

Selain itu, Camat Kusbiyantoro juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan lembaga lainnya untuk memberikan bantuan Sembako kepada warga terdampak longsor.

Adapun untuk kerusakan infrastruktur jalan desa juga diusulkan bantuan untuk perbaikan.

Baca Juga :  Polres Karanganyar  Bekuk Pengedar Narkoba Asal Playen, Gunungkidul. Modus Baru Buang Bungkus Rokok Saat COD

“Ya Kami bersama Forkompimca Jatiyoso terus berkoordinasi, termasuk mengusulkan bantuan kepada warga terdampak longsor,” tandas Kusbiyantoro, Sabtu (3/4/2021).

Diakui Kusbiyantoro, pihaknya berharap Pemkab merespon permohonan bantuan tersebut agar meringankan beban warga terkena longsor.

Menurut Kusbiyantoro berdasar rekap data jumlah kerugian material rumah yang tertimpa longsor sekitar Rp 100 juta tersebar di tiga desa, yakni Desa Beruk, Desa Wonokeling dan Desa Wukirsawit.

Jumlah tersebut bukan termasuk kerugian material kantor Balaidesa Wonokeling yang terendam tanah.

Baca Juga :  Longsor Hari Kedua Puasa Guncang Tiga Kecamatan , Ngargoyoso, Matesih Dan Perbatasan Jatiyoso-Tawangmangu

“Nanti jika sudah ada kepastian perihal bantuan uang untuk kompensasi rumah, akan segera kami sampaikan. Setidaknya mungkin bantuan sembako terlebih dulu akan segera terealisasi,” ujarnya.

Sebagai informasi hujan deras yang terjadi Kamis sore hingga malam (1/4/2021) menyebabkan terjadinya tanah longsor ditiga desa di Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar dan menimbun belasan rumah. Bahkan kantor Balaidesa Wonokeling nyaris terkubur rata dengan tanah. Beni Indra