JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Demokrat Kubu KLB Siap Ajukan Praperadilan Setelah Ditolak Menkumham

(ki-ka) Yus Sudarso, Mantan Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat Ahmad Yahya, Mantan Wasekjen Partai Demokrat Muhammad Darmizal dan Mantan Wasekjen Partai Demokrat Tri yulianto saat konferensi pers di Mall Billagio, Jakarta, Selasa ( 2/2/ 2021). Dalam konferensi tersebut sejumlah tokoh pendiri dan senior Partai Demokrat menyampaikan tanggapan serta keluhan terhadap pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) perihal adanya pihak yang akan mengambil alih kepemimpinan di Partai Demokrat / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang menyatakan bakal maju ke peradilan, setelah pemerintah menolak mengesahkan laporan KLB.

Hal itu dikatakan oleh Juru bicara  Partai Demokrat versi KLB, Muhammad Rahmad. Dia mengatakan, partainya tetap solid di bawah Moeldoko.

“Ini baru awal dari sebuah perjuangan,” kata Rahmad, Jumat ( 2/4/2021).

Rahmad mengatakan menghargai keputusan kader yang mundur dari kepengurusan. Salah satu yang meundur adalah Razman Arif Nasution dari penasehat hukum.

Baca Juga :  Gempa Bumi di Malang Kembali Terjadi Pagi Ini, Berkekuatan Magnitudo 5,5

Rahmad mengatakan, saat ini partainya tengah berjuang mengembalikan Partai Demokrat agar lebih demokratis, terbuka, dan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat. Ia mengatakan hal ini membutuhkan energi ekstra dan antibodi politik yang kuat.

“Mana yang tidak kuat, akan mudah terserang virus lemah gairah dan akan terseleksi secara alamiah,” kata Rahmad.

Baca Juga :  Sudah Tak Tahan Lihat Ibunya Sering Dipukuli, Anak ini Sabet Leher Ayah Kandung dengan Parang hingga Tewas

Razman mundur dari jabatan Ketua Advokasi dan Hukum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa. Ia mengaku tak dilibatkan sesuai dengan jabatannya di sana, khususnya saat mendaftarkan berkas KLB Demokrat ke Kemenkumham.

Ia pun menyebut bahwa dirinya tak sejalan dengan sejumlah inisiator KLB seperti Darmizal dan Muhammad Nazaruddin.

www.tempo.co