JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Desa Krandegan di Purworejo dan Desa Kemuning di Karanganyar Sukses Jadi Desa Cerdas lewat Inovasi Digitalisasi Layanan. Mulai dari Ojek Online hingga Pembelajaran Daring

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate. Foto: Humas Pemprov Jateng/jatengprov.go.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Dua desa di wilayah Provinsi Jawa Tengah, yakni Desa Krandegan di Kabupaten Purworejo dan Desa Kemuning di Kabupaten Karanganyar, telah menjadi Desa Cerdas lewat berbagai inovasi dalam digitalisasi layanan.

Adanya program Desa Cerdas di Jawa Tengah itu pun menuai apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate. Menurutnya, digitalisasi desa yang dilakukan patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia.

Hal itu dikatakan Johny, seusai menghadiri peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-88, di Kota Solo, pada Kamis (1/4/2021) lalu, didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Dengan contoh dari dua desa tersebut, Menteri Johny yakin desa-desa di Indonesia bisa memanfaatkan ruang digital bagi kesejahteraan warga.

“Desa Krandegan dan Kemuning menjadi contoh kesuksesan yang bisa membangun Desa Cerdas. Kecerdasan untuk digital pemerintahan ekonomi lingkungan hidup dan aplikasi lainnya. Ini sebagai contoh bagi 83.518 desa kelurahan di Indonesia,” ujarnya, seperti dikutip dari laman jatengprov.go.id.

Kepala Desa Krandegan, Dwinanto menyampaikan, inovasi digital yang dilakukan di desanya antaranya lain, yakni dengan membuka toko online dan menyediakan jasa ojek daring. Selain itu, adapula inovasi pasarjasa.id, yang menyediakan jasa seperti pijat capek dan sebagainya.

Baca Juga :  Sidak Kamar Tahanan Rutan Solo, Petugas Gabungan Temukan Barang-Barang Terlarang Ini

“Saat ini telah sudah ada ratusan orang yang menggunakan fasilitas ojek daring di Desa Krandegan,” ujar Dwinanto.

Sementara, Kades Kemuning, Widadi Nur Widyoko mengungkapkan, di desanya sudah memanfaatkan digitalisasi untuk pelayanan dokumen kependudukan bagi warga, pengembangan wisata, juga pembelajaran daring.

“Saat ini sudah ada 400 orang pengguna aktif dari layanan digital desa,” katanya menjelaskan.

Apresiasi atas keberhasilan digitalisasi di dua desa tersebut turut diapresiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia bahkan sudah menyempatkan diri hadir di desa tersebut pada tahun lalu.

“Salam untuk masyarakat yang telah hadir, jangan lupa tetap layani masyarakat dengan baik,” pesan Ganjar.

Ditambahkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum mengatakan, infrastruktur menuju provinsi cerdas telah disiapkan. Mulai dari payung hukum, hingga konektivitas antarkabupaten/kota.

“Pertama, kita punya payung hukum terkait Perda Provinsi Jawa Tengah Cerdas Nomor 11 tahun 2019. Kemudian, infrastruktur Pemprov Jateng sudah tersambung serat optik kurang lebih 65 kilometer di seluruh jajaran Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebagai induk bangun digitalisasi,” paparnya.

Baca Juga :  Selama Ramadan, Penumpang KRL Boleh Berbuka Puasa Secukupnya di Dalam Kereta

Selain itu, sepanjang 500 kilometer telah tersambung ke 35 kabupaten/kota dan terintegrasi dengan provinsi. Dengan modal itu, pihaknya yakin bisa memenuhi visi misi dan program prioritas pemerintahan Ganjar-Yasin, terkait reformasi birokrasi kabupaten kota berbasis teknologi informasi.

Terkait Desa Cerdas, Riena menyebut banyak desa di Jawa Tengah yang sudah mendayagunakan teknologi informasi, seperti Desa Sepakung (Kabupaten Semarang), Desa Belik (Kabupaten Pemalang), dan masih banyak lagi yang telah memanfaatkan teknologi informasi untuk literasi digital.

“Dari 7.809 desa hampir semua berbasis digital. Pemerintah pusat juga telah membangun (infrastruktur) sehingga seperti disampaikan Pak Menteri, harapannya 2022 tak ada daerah blank spot. pemerintah pusat akan integrasikan jaringan internet di seluruh provinsi di indonesia. Muaranya adalah pelayanan masyarakat yang lebih baik,” pungkas Riena. (Vidya P)