JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gempa Juga Landa Selatan Jawa! Belum Ada Laporan Dampak Kerusakan dari BMKG

gempa
Ilustrasi gempa. Foto: pixabay.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM   –  Tak hanya terjadi di Malang, Jawa Timur saja. Ternyata gempa tektonik  melanda wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa pada pukul 14.00 WIB. 

Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo 6,7 kemudian di-update menjadi magnitudo 6,1.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 April 2021.

Baca Juga :  Ucapkan Selamat Idul Fitri 2021, Presiden Jokowi Minta Masyarakat Bersabar

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut juga tidak berpotensi tsunami.

Adapun guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Turen V MMI, di mana getaran dirasakan hampir semua penduduk dan orang banyak terbangun, yaitu daerah Karangkates, Malang, Blitar IV MMI. Di

Ponorogo, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah atau terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Baca Juga :  Dalam Seleksi TWK,  Pegawai  KPK Sempat  Ditanyai Soal Pribadi Sampai  Kemungkinan Jadi  Isteri Kedua

Sedangkan di Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, Banjarnegara II, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” ujar  Bambang.

www.tempo.co