JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gempa Malang, Batu Besar Timpa Pasangan Suami Istri saat Boncengan Motor di Jalan Perbukitan. Suami Meninggal, Istri Luka-luka

gempa
Ilustrasi gempa. Foto: pixabay.com

LUMAJANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Bencana gempa yang melanda wilayah Jawa Timur menelan korban jiwa. Salah satunya seorang suami yang tewas usai tertimpa batu besar yang longsor di jalan perbukitan di Lumajang.

Saat kejadian, korban dan istrinya sedang berboncengan naik sepeda motor melintas di kilometer 57 Bukit Piket Nol, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Akibatnya, sang suami meninggal di lokasi kejadian, sementara istrinya mengalami luka-luka.

Disampaikan Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan Hadi, insiden longsoran batu besar itu terjadi usai gempa berkekuatan magnitudo 6,1 yang melanda Malang dan sekitarnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tegaskan, TWK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemecatan Pegawai KPK

“Suaminya meninggal, istrinya terluka. Anggota kami sedang mengecek di lapangan untuk data detailnya,” kata Wawan saat dikonfirmasi, Sabtu (10/4/2021).

Identitas kedua korban saat ini masih dikumpulkan oleh BPBD, sementara dikatakan Wawan, insiden tersebut sebagai dampak tak langsung dari bencana gempa bumi yang terjadi sebelumnya.

Menurutnya, sepanjang Kilometer 53-59 Bukit Piket Nol di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, merupakan wilayah labil rawan longsor dan pohon tumbang. Kuatnya guncangan akibat gempa mengakibatkan terjadinya longsor.

“Di atas bukit tidak ada tanaman keras penyangga, batu mudah longsor. Peristiwa batu besar jatuh itu ya setelah ada guncangan gempa,” ujar Wawan, seperti dikutip Liputan6.com.

Diberitakan sebelumnya, gempa tektonik mengguncang wilayah perairan selatan Jawa, pada Sabtu (10/4/2021) pada pukul 14.00 WIB.

Baca Juga :  Kasus Kerumunan Petamburan, 5 Mantan Petinggi FPI Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tektonik tersebut memiliki kekuatan magnitudo 6,7 kemudian di-update menjadi magnitudo 6,1.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 kilometer arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 kilometer,” demikian dikutip dari siaran pers BMKG. Liputan 6