JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Warga Sragen Barat dan Utara Bakal Segera Dilayani PDAM. Air WGM Berat di Ongkos, Pilih Fokus Ambil dari WKO dan Waduk Gondang!

Direktur PDAM Sragen, Supardi didampingi Dirtek dan Dirum. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – PDAM Kabupaten Sragen memutuskan tidak akan ikut mengambil support air bersih dari Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri melalui program WOSOSUKAS (Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta dan Sragen).

Keputusan itu diambil lantaran tingginya biaya yang dibutuhkan untuk menarik air dari WGM sampai ke Sragen. Sebagai gantinya, PDAM akan memaksimalkan penggunaan air dari Waduk Kedung Ombo yang kini sudah direstui oleh Pemprov dan pemerintah pusat.

Direktur Utama PDAM Tirtonegoro Sragen Supardi, WOSOSUKAS sudah dibahas sejak 2013. Namun biaya operasionalnya cukup tinggi, sehingga dinilai terlalu berat untuk diikuti.

Hal itu dikarenakan air dari WGM itu tidak bisa mengalir ke Sragen secara gravitasi. Harus menggunakan pompa sampai Solo.

“Solo ke Sragen pompa lagi,” katanya saat gathering dengan wartawan di Sragen, kemarin.

Sementara itu debit air dari WGM itu hanya bisa mengkover pelanggan di kecamatan Masaran dan Sidoharjo. Belum lagi menambah operasional yang cukup tinggi. Oleh karenanya program tersebut dibatalkan.

Baca Juga :  Wajib Tahu, Kuota Belajar Gratis dari Kemendikbud Ternyata Bukan Untuk Sembarangan. Ini Daftar Situs dan Aplikasi yang Tak Bisa Diakses Menggunakan Kuota Gratis!

“Akhirnya batal, dengan pertimbangan itu BBWS BS, Sragen diganti suplai air dari waduk Gondang, 100 liter perdetik,” terangnya.

Menurut Supardi, saat ini pihaknya justru menggenjot persiapan untuk penggunaan air dari WKO. Selain sudah mengantongi izin dari pemerintah, kesiapan dana juga sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat melalui APBN.

“Izin sudah kita dapatkan. Nanti debit yang diambil dari WKO, 150 liter perdetik. Tahun 2023 kita mulai,” paparnya.

Ia menjelaskan sudah ada pembahasan mulai dari indeks kemudian tahun ini fokus pada penyiapan lahan untuk instalasi di WKO.

Proyek pengambilan air WKO nantinya sepenuhnya disuplai dana dari APBN sekitar Rp 60 sampai Rp 70 miliar. Anggaran itu untuk membangun jaringan pipa dari lokasi WKO hingga ke pelanggan.

Menurut rencana, air dari WKO diproyeksikan untuk melayani wilayah Sragen barat. Mulai dari Sumberlawang, Miri, Gemolong, Tanon dan sebagian Mondokan jika memungkinkan.

“Progres 2023 akan dibangun karena itu jangka panjang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Update Corona Sragen Hari Ini, 18 Warga Sragen Dinyatakan Terpapar dan 2 Orang Kembali Meninggal Hari Ini. Jumlah Kasus Capai 5821, 5272 Sembuh dan 381 Meninggal Dunia

Supardi mengakui, masih banyak pekerjaan rumah (PR) dalam penyediaan air bersih di Kabupaten Sragen. khususnya di wilayah utara Bengawan Solo.

Tahun 2018 lalu sudah membangun sumur di Sambungmacan dilanjutkan 2019 pemasangan pipa transmisi ke kecamatan Jenar.

“Tahun 2020 ada penyertaan modal pipanisasi diameter 200-150 dan 100 milimeter. Ada bantuan Dari Oasen Belanda berupa pipa tersier 2-4 inchi, barang masuk ke Sragen dan dipasang. November 2020 selesai pemasangan pipa 10 KM, dan akhir Desember sudah terpasang 230 sambungan rumah,” jelasnya.

Selain adanya bantuan, PDAM juga menggunakan dana internal untuk pemasangan pipa diameter 200 milimeter sepanjang 3 KM.

Selain itu juga mengajukan Pinjaman ke BPD Bank Jateng untuk percepatan pipanisasi di Jenar dan Tangen senilai Rp 6,8M.

“Pengajuan sudah disetujui. Jangka waktu 3 tahun. Kami yakin bisa membayar itu demi percepatan penyediaan air bersih untuk Jenar dan Tangen,” kata Supardi. Wardoyo