JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kampung Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta Terapkan Aturan Baru agar Tak Picu Kerumunan

Kampung Ramadan Jogokariyan Yogyakarta. Tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai menertibkan Pasar Sore Ramadan yang menimbulkan kerumunan dan beresiko dalam penularan Covid-19.

Dan salah satu lokasi yang ditertibkan adalah Pasar Sore Ramadhan di kawasan Masjid Jogokariyan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Pada setiap sore menjelang Magrib, Kampung Ramadhan Jogokariyan dipadati oleh pedagang takjil dan menjadi pusat pembangian takjil.

Mesji di masa pandemi Covid-19, Ribuan orang tetap memadati kawasan itu setiap hari

Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Covid-19 Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, telah memberikan teguran atas kondisi kerumunan di kawasan Masjid Jogokariyan pada akhir pekan ini.

Selain memberikan teguran, satgas Covid-19 Kecamatan Mantrijeron juga menerapkan ketentuan baru bagi pedagang dan pengunjung pasar sore Kampung Ramadhan Jogokariyan. Camat Mantrijeron Affrio Sunarno mengatakan terpaksa memangkas jumlah lapak yang berjualan dan mengatur arus lalu lintas di kawasan tersebut.

“Jumlah lapak dipangkas 50 persen, dari 356 lapak dagangan menjadi 179 lapak,” ujar Affrio Sunarno pada Minggu 18 April 2021. Ada pula kesepakatan yang dibuat bersama takmir Masjid Jogokariyan, kepolisian sektor, dan Komando Rayon Militer atau Koramil Mantrijeron, yakani jarak antar-lapak yang semula 1 meter, kini menjadi 2,5 meter.

Baca Juga :  Kuli Bangunan Asal Sleman Konsumi Sabu Biar Tambah Semangat Kerja, Tapi Ujungnya, Apes Ditangkap Polisi

Affrio menambahkan, mobil dilarang masuk kawasan pasar sore Kampung Ramadhan Jogokriyan dan arus lalu lintas hanya satu arah dari timur ke barat. Akses perempatan masjid ke utara dan selatan juga hanya boleh untuk keluar pengunjung.

Mulai Minggu sore, 18 April 2021, petugas akan berjaga ketat di kawasan ini. Mereka juga berbekal thermo gun untuk mendeteksi suhu badan pengunjung. Affrio mengamati dalam beberapa hari pelaksanaan pasar sore, kerumunan biasanya terjadi menjelang pukul 17.00 WIB dan terpusat di area masjid.

Kerumunan ini merupakan masyarakat yang antre mendapat takjil dan melaksanakan salat maghrib. Adapun kerumunan pada lapak-lapak relatif lebih cair dan mengalir karena makanan yang dibeli langsung dibawa pulang.

Mulai Sabtu, 17 April 2021, pengurus Masjid Jogokariyan memutuskan mengurangi jumlah takjil yang dibagikan kepada masyarakat dari semula 3.000 kotak menjadi 2.000 kotak. “Takjil juga hanya diberikan kepada jamaah yang sudah duduk di dalam/halaman masjid, jika berlebih harus dibawa pulang,” kata Affrio.

Affrio melanjutkan, antusiasme masyarakat untuk datang ke pasar sore Kampung Ramadhan Jogokariyan memang amat besar. “Bahkan mereka tampak tak khawatir akan resiko tertular Covid-19,” katanya. Jika masyarakat abai dan mengambil risiko berkerumun, menurut Affrio, maka upaya mencegah penyebaran Covid-19 yang selama ini digalakkan akan sia-sia. “Kami mengimbau masyarakat menahan diri dengan tidak berkerumun.”

Baca Juga :  Ini Upaya Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro Bantul Hadapi Pemudik Nekat dan Berhasil Lolos Penyekatan

Wakil Wali Kota Yogyakarta yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan evaluasi pasar sore Ramadan berdasarkan temuan masih ada pasar yang memicu kerumunan.

“Kami menyiapkan sejumlah opsi untuk pasar sore yang belum bisa mengatasi kerumunan, salah satunya pembatasan operasional menjadi seminggu tiga kali,” kata Heroe. Dia melajutkan, Pemerintah Kota Yogyakarta tak mau kecolongan dengan klaster baru Covid-19 lagi, terlebih saat ini kasus belum juga turun.

Hingga Sabtu, 17 April 2021, di Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 158 kasus. Sehingga total kasus terkonfirmasi se-DI Yogayakarta menjadi 36.837 kasus Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Yogyakarta, Berty Murtiningsih mengatakan kasus Covid-19 tertinggi berdasarkan domisili terdapat di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Masing-masing mencatatkan 82 dan 37 kasus Covid-19. Adapun jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di DI Yogyakarta sebanyak 894 orang dan yang sembuh 31.274 orang.

www.tempo.co