JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kepala SMAN 1 Gondang Sragen Ternyata Juga Positif Terpapar Covid-19. Diisolasi di Technopark, Begini Kondisi Terakhirnya..

SMAN 1 Gondang Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penyebaran covid-19 di SMAN 1 Gondang Sragen menguak fakta baru. Kabar terbaru, Kepala SMAN 1 Gondang berinisial S, dilaporkan juga positif terkonfirmasi covid-19.

S dinyatakan positif bersama 8 guru dan karyawan yang sebelumnya terpapar sejak beberapa hari lalu.

Total hingga kini ada 9 guru dan karyawan di SMAN itu yang positif terpapar dengan 3 di antaranya meninggal dunia.

“Iya benar. Kepala sekolahnya (SMAN 1 Gondang) memang positif. Tapi kondisinya sudah membaik, ini posisi di isolasi mandiri di Technopark,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Hargiyanto, Senin (19/4/2021).

Ia menyampaikan dari kasus positif di SMAN 1 Gondang itu, sudah ada 4 pasien yang sembuh dan 3 meninggal dunia.

Senada, Kepala Puskesmas Gondang, Dedi Ari Saputro membenarkan bahwa Kepala SMAN 1 Gondang juga positif bersama 8 guru karyawan sebelumnya.

Saat ini yang bersangkutan sudah diisolasi mandiri di Technopark dan kondisinya sudah berangsur membaik.

“Pak Kepala (SMAN 1 Gondang) benar positif. Tapi kondisi beliau juga sudah membaik,” tuturnya.

Baca Juga :  Warga Sukoharjo yang Meninggal Tambah 2 Orang Lagi, Seperti ini Sebaran Kasus Aktif dan Kematian di 12 Kecamatan

Sementara hasil rrapid tes antigen terhadap 48 guru dan karyawan di SMAN itu hari ini menunjukkan satu orang dinyatakan positif dan 3 lainnya menunjukkan gejala mengarah terpapar.

Dedi mengatakan dari 48 orang guru karyawan yang dirapid, hasilnya sudah keluar. Yakni ada satu orang yang dinyatakan positif. Namun ia belum bisa menyampaikan apakah satu tambahan positif itu dari guru atau karyawan.

“Dari total 48 orang yang diperiksa, satu orang dinyatakan positif. Hasil satu orang positif ini kemudian akan segera ditindaklanjuti dengan Pemeriksaan swab PCR,” terangnya.

Selain itu, ada tiga orang yang langsung direkomendasikan oleh petugas untuk melakukan swab PCR. Hal itu dikarenakan ketiga orang tersebut memiliki gejala terpapar Corona.

“Ada tiga yang (swab) PCR karena ada gejala. Jadi langsung swab PCR,” imbuhnya.

Dedi menjelaskan rapid test antigen ini sebagai bagian dari langkah tracking penularan kasus Corona di SMAN 1 Gondang Sragen. Hasil pemeriksaan rapid antigen ini langsung bisa diketahui tak lama setelah tes dilakukan.

Baca Juga :  Sinergi dengan Bos ARS, Ratusan Pendekar PSHT Sub Mojomulyo Sragen Turun ke Jalan di Alun-alun Sragen. Kompak Bagikan 500 Paket Takjil dan Snack ke Pengendara

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jateng VI, Suratno menegaskan hingga kini total sudah ada sembilan guru dan karyawan yang dinyatakan positif Corona. Dari jumlah tersebut, tiga orang di antaranya meninggal dunia.

“Sesuai data kami ada 9 yang positif, 3 di antaranya meninggal dunia,” ungkapnya.

Suratno mengatakan, sesuai rekomendasi Satgas Covid-19, aktivitas sekolah ditutup selama 14 hari. Sementara kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan dengan metode PJJ (pembelajaran jarak jauh).

“Layanan administrasi di sekolah dihentikan sementara. KBM sementara PJJ dulu,” jelasnya.

Suratno menambahkan munculnya kasus positif di SMAN 1 Gondang Sragen itu diharapkan bisa menjadi edukasi bagi semua pihak.

Pihaknya sangat berharap kejadian itu tidak menurunkan optimisme kalangan sekolah yang sedang bersemangat menyiapkan pembelajaran tatap muka.

‘Kami mencoba untuk mengedukasi berbagai pihak. Kita harus optimis, yang penting kalau ada yang kena harus segera ditangani. Kita selalu berkonsultasi dengan pihak kesehatan,” ujar Suratno. Wardoyo