JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Memanas! Buntut Penggerebekan Acara Pelantikan di Karanganyar, Ketua Perempuan Tani HKTI DPD I Provinsi Jateng Akan Protes Bupati Karanganyar. Tuding Cara Kades Harjosari Tidak Bermoral dan Beretika

Foto: Beni Indra

IMG 20210405 WA0076
Ketua Perempuan Tani HKTI DPD Provinsi Jateng, Nir Faiza / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Ketua Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPD Provinsi Jateng, Nur Faiza bakal  segera melakukan protes kepada Bupati Karanganyar Juliyatmono menyusul terjadinya insiden penggrebekan pada acaranya di Rumah Makan Dolano Kene  (Dolken)  di Desa Harjosari, Karangpandan, Karanganyar, Senin (5/4/2021).

Diketahui, saat acara pelantikan Perempuan Tani DPC HKTI Karanganyar digrebek oleh Kades Harjosari Sutarso bersama TNI/Polri serta Satpol dan Linmas karena dinilai tidak mematuhi  norma birokrasi dan Protokol Kesehatan.

“Kalau Kades Harjosari menggrebek kami dan menyatakan kecewa, kami pun selaku organisasi resmi juga lebih kecewa dan kami akan protes pada Bupati Karanganyar Juliyatmono karena cara-cara yang dilakukan Kades Sutarso tidak bermoral dan beretika,” serunya usai melantik pengurus Perempuan Tani DPC HKTI Karanganyar, Senin (5/4/2021).

Menurut Nur Faiza,  cara menggerebek di tempat itu sangat melanggar etika karena mempermalukan banyak orang.  Padahal acara itu resmi berizin dan dihadiri pejabat berkompeten yang  secara mengikat diundang.

Baca Juga :  Terungkap, Karyawan SMAN 1 Kebakkramat Karanganyar yang Tumbang Positif Terpapar Covid-19 Ternyata Baru Pulang Urus Berkas Pensiun dari Kantor Disdikbud Provinsi Jateng. Siapa Saja yang Sempat Kontak Erat?

Lagi pula,  lanjut Nur Faiza, acara tersebut juga dilakukan secara terbuka, bukan merupakan acara organisasi terlarang.

“Apakah tidak ada cara lain selain menggerebek dengan membawa TNI/Polri, Satpol serta Linmas. Dan sangat disayangkan mengapa Kades Sutarso interupsi di tengah acara,” tandasnya.

Nur Faiza menegaskan, mestinya jika Kades Sutarso memiliki etika bisa saja memperingatkan acara itu dengan menemui panitia dan meminta panitia untuk berdialog menyampaikan masalahnya agar panitia bisa mengkoreksi kelemahannya.

“Masak di tengah acara tiba-tiba Kades datang dan pidato, ini sangat memalukan, apakah Bupati Karanganyar mendidik seperti itu pada para perangkat di desa?” ungkapnya.

Untuk itu Nur Faiza segera menemui Bupati Karanganyar Juliyatmono agar bisa membina para perangkatnya agar insiden seperti yang dilakukan Kades Sutarso tidak terulang lagi karena dianggapnya sangat memalukan publik.

Baca Juga :  Teganya, Perusahaan di Karanganyar Diduga Sengaja Pecati Buruh dan Karyawannya Jelang Ramadhan Demi Hindari THR. Pemerintah Diminta Tak Tinggal Diam!

“Tunggu kami secepatnya akan saya protes Bupati Karanganyar agar segera menegur Kades Sutarso,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Perempuan Tani HKTI Karanganyar, Suparti mengakui salah karena tidak berkoordinasi dengan Pemdes Harjosari perihal pemberitahuan acara tersebut.

“Ya jujur saja kami saling repot lupa memberitahu acara tersebut hingga berdampak penggrebekan,” tandasnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (5/4/2021).

Suparti pun berinisiatif akan menemui Kades Harjosari Sutarso guna klarifikasi insiden tersebut.

Sebagaimana diketahui, acara pelantikan Perempuan Tani DPC HKTI Kabupaten Karanganyar, Senin (5/4/2021) di Rumah makan Dolken di  Desa Harjosari, Karangpandan digrebek oleh Kades Harjosari Sutarso bersama Satpol dan TNI/Polri.

Pasalnya, acara tersebut dianggap melanggar norma birokrasi karena tidak memberitahukan pada Pemdes Harjosari dan berpotensi melanggar protokol kesehatan Prokes. Beni Indra