JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Misteri Tewasnya Joko Sutopo Akhirnya Terkuak. Kapolres Sebut Murni Bukan Pembunuhan, Ini Penjelasan Lengkapnya!

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Misteri kematian pria bernama Joko Sutopo (66) yang ditemukan tewas dengan sejumlah luka, Senin (5/4/2021) pagi akhirnya terkuak.

Ternyata kesimpulan akhir dari polisi memastikan bahwa pria berstatus duda sebatang kara itu bukan korban pembunuhan.

Penegasan itu disampaikan akapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, Selasa (6/4/2021). Ia menegaskan dari hasil otopsi, tidak mengarah pada indikasi pembunuhan.

Meski ada sejumlah luka, akan tetapi, duda yang ditemukan tewas di rumahnya Jalan Jendral Ahmad Yani No. 94, Cantel Wetan RT 021, Sragen Tengah, Kecamatan Sragen itu dipastikan meninggal dalam kondisi wajar.

“Hasil otopsi sementara, ada luka-luka di tubuh korban jtu akibat gigitan hewan pengerat. Mungkin tikus,” paparnya ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM , usai menutup Diklat Satpam Gada Pratama di SMK Kristen Sragen, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga :  Update Corona Sragen Hari Ini, 18 Warga Sragen Dinyatakan Terpapar dan 2 Orang Kembali Meninggal Hari Ini. Jumlah Kasus Capai 5821, 5272 Sembuh dan 381 Meninggal Dunia

Pucuk pimpinan tertinggi di Polres Sragen itu mengungkapkan hasil otopsi juga menyatakan terkait patah tulang belakang pada korban, ternyata disimpulkan tidak terdapat fraktur atau patah.

Kemudian hasil olah TKP lanjutan oleh tim identifikasi menunjukkan tidak ditemukan ada ceceran darah di sekitar lokasi kejadian.

Dengan fakta itu, ia menegaskan bahwa korban hampir dipastikan meninggal dalam keadaan wajar agar tidak ada kejanggalan.

“Kemarin pada saat olah TKP, saya perintahkan jajaran Ident untuk melakukan olah TKP di lanjutan dan tidak asa ditemukan ceceran darah di lokasi. Tidak ada hal-hal yang mencurigakan. Jadi murni bukan pembunuhan,” terangnya.

Ihwal luka robek di perut, patah dan luka di leher serta robek di tangan, AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan murni bukan akibat kekerasan atau upaya pembunuhan.

Baca Juga :  2 Guru Meninggal Terpapar Covid-19, SMAN 1 Gondang Sragen Langsung Ditutup Total 14 Hari. Semua Ruangan Disemprot Desinfektan, Siswa Tetap Belajar Daring

Ia menyebut dimungkinkan ketika meninggal korban tidak segera diketahui. Kemudian dalam waktu kurang dari 24 jam kemungkinan ada hewan hewan pengerat dan sebagainya yang mengigit jasad korban.

“Tidak juga ditemukan barang yang hilang atau pintu atau jendela yang rusak. Jadi murni tidak pembunuhan” tandasnya.

Penegasan itu mematahkan spekulasi soal dugaan korban sengaja dihabisi. Sebab dari hasil visum luar polisi saat kejadian, memang ada beberapa luka pada tubuh korban.

Dari hasil identifikasi dan olah TKP, korban mengalami luka lecet tak beraturan jari tangan kanan. Lantas ada luka robek 5 cm pada pergelangan tangan kanan.

Lantas patah tertutup pada leher, robek bawah telinga kiri, lecet lebam pada dada, luka di perut dan keluar air mani. Wardoyo