JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Muncul Klaster Takziah dan Hajatan di Gunungkidul, Puluhan Warga Tertular Covid-19

Ilustrasi kenaikan covid-19. pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pertambahan kasus positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terjadi salah satunya lantara munculnya klaster baru penularan dari aktivitas takziyah atau melayat dan hajatan.

Munculnya klaster baru dari takziyah dan hajatan itu terjadi di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, munculnya klaster takziyah dan hajatan tersebut telah menulari puluhan warga.

Selama periode akhir Maret hingga awal April, setidaknya telah muncul tiga klaster takziyah di Kabupaten Sleman dan Bantul. Namun kini bertambah satu klaster takziyah di Gunungkidul yang muncul di bulan Ramadan.

Disampaikan Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, klaster takziah muncul di Kecamatan Panggang dan telah menginfeksi sebanyak 34 orang.

“Muncul klaster layatan di Kecamatan Panggang, saat ini sudah 37 orang di-tracing dan yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 34 orang,” kata Dewi Irawaty, Senin (19/4/2021).

Baca Juga :  Konsisten Luncurkan Lava Pijar, Status Merapi Masih Tetap Siaga

Dari 34 orang yang terpapar itu, Dewi menambahkan, dua orang sudah meninggal. Kasus bermula dari kerumunan masyarakat saat melayat seorang warga di salah satu desa di Kecamatan Panggang yang meninggal dan dikuburkan pada akhir Maret.

Kemunculan klaster takziah itu kemudian terdeteksi sejak Minggu (18/4/2021) lalu, usai secara mendadak terjadi lonjakan 22 kasus baru dalam sehari.

Klaster Hajatan

Sementara itu, untuk klaster hajatan dilaporkan muncul di Kecamatan Playen dan disebutkan telah menulari puluhan warga di salah satu desa.

“Sampai Senin kemarin sudah dilakukan swab PCR pada 44 orang, hasilnya 32 positif Covid-19,” ujar Dewi, pada Selasa (20/4/2021).

Menurut Dewi, klaster hajatan berpusat di Desa Getas. Awalnya, ada 14 warga desa yang kembali dari menghadiri hajatan di Jakarta. Mereka kemudian datang di hajatan di desa setempat yang juga dihadiri puluhan warga.

Baca Juga :  Sri Sultan Perbolehkan Warga Yogyakarta Mudik Lokal, Syaratnya Tak Boleh Menginap dan ini

Belakangan diketahui ada satu keluarga yang hadir di hajatan itu positif Covid-19 dan membuat puluhan orang menjalani tes swab. “Sebagian besar warga yang terpapar di klaster hajatan ini sekarang menjalani isolasi mandiri,” kata Dewi.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan hingga 19 April 2021, total kasus kematian Covid-19 di Provinsi DI Yogyakarta sudah mencapai 906 orang.

Jumlah kasus terkonfirmasi positif total telah mencapai angka 37.150 kasus per hari yang sama. Sedangkan jumlah pasien sembuh sebanyak 31.667 orang dan sisanya masih menjalani perawatan ataupun isolasi.

www.tempo.co