JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Peneliti dari Unisri Surakarta, Dr Siti Supeni Teliti Model Pengembangan Sekolah Ramah Anak di Aceh

Dok Humas Unisri Surakarta

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Peneliti dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Dr Siti Supeni melakukan penelitian di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh, baru-baru ini.

Penelitian tersebut terkait dengaan model pengembangan sekolah ramah anak pada sekolah dasar.

“Penelitian ini untuk mengimplenmentasikan pendidikan karakter berbasis budaya daerah guna mendukung kota layak anak,” kata dia.

Menurut Supeni, pendidikan karakter berbasis budaya daerah sangat dibutuhkan berbagai sekolah dasar, sebagai kontribusi yang sangat penting dalam mendukung Kota Layak Anak (KLA) di seluruh Indonesia.

Selain itu juga untuk menanamkan pendidikan karakter pada generasi penerus, yang diawali sejak usia sekolah dasar berbasis budaya daerah.

“Di samping, pendidikan karakter juga dibutuhkan sebagai kontribusi pengembangan kepariwisataan daerah dan sebagai aset budaya nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Raih Poin Tertinggi, Nairul Khoiriyah Wakili FSRD ISI Surakarta dalam Ajang KKN Kebangsaan di Jambi

Menurut Supeni, ada beberapa tujuan dalam penelitian tersebut. Yakni, pertama, menganalisis kebutuhan sekolah ramah anak dalam  mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis budaya daerah.

Kedua, menghasilkan model pengembangan kendidikan arakter sekolah ramah anak berbasis budaya daerah, dan ketiga, membuat prosedur pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya daerah sebagai aset pariwisata daerah.

“Selain itu juga untuk menguji efektivitas model pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya daerah pada Kota Layak Anak (KLA),” paparnya.

Penelitian tersebut, menurut Supeni juga bertujuan untuk menggali data pembuatan buku panduan Sekolah Ramah Anak berbasis pendidikan karakter dan budaya daerah untuk digunakan di SD di seluruh Indonesia.

Buku tersebut nantinya disusun berdasarkan aspek edukatif, rekreatif maupun kompetitif. Selanjutnya, jelas Supeni, untuk membuat konsep kebijakan daerah tentang SRA berbasis seni budaya daerah, sebagai potensi  wisata daerah.

Baca Juga :  Gelorakan Gerakan Penghijauan, Mahasiswa Pertanian Unisri Surakarta  Tanam Buah dan Herbal

“Semua ini penting. Sekolah Ramah Anak (SRA) berbasis budaya daerah tidak akan terwujud jika dasar pendidikan karakter bangsa belum terbentuk. Anak sebagai generasi penerus bangsa perlu dididik untuk mempunyai jiwa yang berkarakter berbasis budaya daerah,” kata dosen PPKn itu.

Selain di Takengon Aceh Tengah, Supeni juga melakukan penelitian serupa di Denpasar Bali, Samarinda Kalimantan Timur, dan Kota Surakarta Jawa Tengah.

Dalam setiap penelitian, Supeni melakukan rekognisi dosen setempat dan menggelar fokus group diskusi (FGD) kepada para kepala Sekolah Dasar. Seluruh penelitian terapan itu dibiayai Kemenristek Dikti. Suhamdani