JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pesawat Cargo Molor 5 Jam, Akhirnya Jenazah TKI Asal Jumantono, Karanganyar Dimakamkan Pukul 21.00  WIB

Para pelayat di kediaman keluarga Supriyono, TKI yang meninggal di laut Kepulauan Riau / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Setelah terkatung-katung selama  enam hari, akhirnya jenazah Supriyono (40),  TKI Malaysia asal Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar yang tewas terapung di perairan Karimun, Kepulauan Riau, akhirnya tiba di rumahnya, Kamis (1/4/2021).

Namun,  kedatangan jenazah TKI tersebut  terhitung masih molor lagi selama lima jam,  lantaran  adanya delay pesawat cargo yang membawa jenazah TKI tersebut.  Jenazah yang menurut jadwal mestinya tiba pukul 16.00 WIB, akhirnya molor hingga pukul 21.00 WIB.

Pantauan langsung JOGLOSEMARNEWS.COM di rumah duka, diketahui jenazah datang dan diserahterimakan secara resmi melalui Berita Acara Penyerahan BAP dari UPT Badan Perlindungan Tenaga Pekerja Migran Indonesia BTPM Wilayah Yogyakarta yang diwakili oleh Wenni Rahma Pramusita (45) kepada istri almarhum yakni Ating Haelin (38), dan disaksikan   langsung oleh Ketua RT 01/06 Dusun Bakaran Desa Sukosari, Daryanto (41).

Setelah penyerahan dilakukan, pihak keluarga diminta menandatangani BAP dan kemudian jenazah secara sah diserahkan dan menjadi tanggung jawab keluarga.

Baca Juga :  Jelang Ujian Sekolah, Bupati Karanganyar Perintahkan Semua SD Buka Tatap Muka Khusus Kelas VI. Tapi Yang Nggak Mau Tak Boleh Dipaksa!

Ketua RT 01/06 Dusun Bakaran,  Daryanto mengatakan, pihak BTPM menerangkan lembaga tersebut tugasnya mengurus proses pekerja migran secara nasional termasuk mengurus TKI yang terkena masalah termasuk hingga meninggal dunia tanpa melihat apakah TKI itu legal atau ilegal.

“Penjelasan singkatnya dari BTPM seperti itu. Saat kami tanyakan penyebab korban meninggal. Yang jelas BTPM tugasnya mengurus tanpa melihat penyebab meninggalnya TKI,”  tandasnya.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, pihak keluarga bisa menerima dan langsung bertanda-tangan pada BAP tersebut. Setelah selesai  penandatanganan BAP, dari BTPM memberikan santunan tali asih kepada keluarga korban sebesar Rp 2 juta, yang diterima istri korban.

“Setelah selesai semua prosesi penyerahan jenazah , BTPM menunggui proses pemberangkatan jenazah dan kembali ke Yogyakarta,” ungkap Daryanto.

Selanjutnya, seremoni acara pemakaman dilakukan mulai disholatkan terlebih dulu hingga diberangkatkan menuju makam.

Baca Juga :  Setelah Sukses Deklarasikan Kampung Dan Hotel Brand Siaga Candi, Kini Polres Karanganyar Fokus Bidik Perusahaan

Tepat pukul 22.00 WIB jenazah diberangkatkan menuju makam desa setrmpat. Suasana haru tak terhindarkan saat anak korban dan istri korban menangis meratapi kepergian sosok ayah tercintanya meninggal dunia dengan tragis di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Sebagai informasi Supriyono (40) seorang TKI Malaysia asal Dusun Bakaran RT 01/06 Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar, Jateng ditemukan meninggal dunia terapung perairan laut Kepulauan Riau, Jumat (26/03/2021).

Belum diketahui penyebab meninggal dunia apakah karena sakit, kecelakaan laut atau penyebab lainnya. Beredar spekulasi diduga almarhum berangkat melalui jalur ilegal.

Indikasi itu terungkap dari data resmi Disdagnakerkop Karanganyar tidak ada data korban. Selain itu jalur yang dilewati tersebut dikenal jalur laut gelap para TKI ilegal yakni para agen TKI ilegal menggunakan Speedboat.

Dan diduga Speedboat yang dinaiki overload mestinya kapasitas 6 orang namun dinaiiki 9 orang sehingga dikabarkan terjadi kecelakaan laut. Beni Indra