JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Setelah Rawat Janda Buta Tuli, Warga Ngringo, Jaten Karanganyar Kembali Rawat Duda Tua Lumpuh dan Sebatangkara

Warga Ngringo, Jaten merawat duda sebatangkara, Yuli ( ). Namun karena kondisinya sakit, warga berkoordinasi dengan petugas kesehatan / Foto: Beni Indra

20210411 111153
Warga Ngringo, Jaten merawat duda sebatangkara, Yuli (56). Namun karena kondisinya sakit, warga berkoordinasi dengan petugas kesehatan / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNES.COM -Tragedi kemanusiaan kembali mencuat di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jateng.

Jika tiga bulan lalu warga dan Pemdes Ngringo merawat san menghidupi Supadmi (71) seorang janda tua buta tuli sebatangkara, kali ini giliran warga merawat  Agus Santoso (56), duda sebatangkara yang  lumpuh sakit.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM menyebutkan, Agus Santoso atau yang akrab dipanggil Yuli (56) adalah warga Dusun Banaran RT06/RW07, Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar.

Saat masih sehat, Yuli bekerja sebagai tukang pijat keliling, namun Yuli hidup sebatangkara setelah ditinggal pergi oleh istrinya hingga sekarang, dan secara kebetulan pernikahan itu tidak menghasilkan keturunan.

Selama ini Yuli hidup sebatangkara dan  hidupnya berpindah-pindah dari kontrakan satu ke kontrakan lainnya, namun masih sebatas di area Dusun Banaran, Desa Ngringo.

Pada dua tahun terakhir ini, Yuli mengontrak di rumah Sugimin Banaran RW 06/RW07 Desa Ngringo hingga dirinya sakit lumpuh sekitar 1,5 tahun lalu.

Baca Juga :  Panduan Salat Idul Fitri di Karanganyar Boleh di Masjid dan Lapangan. Kemenag Imbau Kapasitas 50 %, Khotbah Hanya 20 Menit Tanpa Salaman

Selama ini, Yuli hidup sebatangkara, meskipun informasinya Yuli memiliki saudara, namun hingga sekarang warga sudah berusaha maksimal mencari keluarganya, namun hasilnya kosong sebab tidak diketahui dimana saudaranya berada.

Kini kondisi Yuli sangat mengenaskan. Setiap harinya dia  hanya bisa berbaring. Bahkan untuk bangun atau duduk pun tidak mampu. Melihat kondisi tersebut, warga melapor kepada Pemdes Ngringo dan selanjutnya oleh Pemdes setempat meneruskan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Karanganyar.

Kadus Banaran, Desa Ngringo, Guntoro mengatakan,  setelah melapor kepada Dinsos, akhirnya pihak Dinsos berkoordinasi dengan Puskesmas II Jaten.

Akhirnya  Yuli dibawa ke RSUD Karanganyar untuk menjalani perawatan.

“Ya, oleh Dinsos akhirnya Februari lalu Yuli dirawat di RSUD Karanganyar, namun setelah membaik dan dirawat warga kini kondisinya memburuk lagi,” tandasnya, Minggu (11/0l4/2021).

Fase selanjutnya setelah memburuk dan pemilik kontrakan tidak sanggup lagi merawat, akhirnya  warga Desa Ngringo berkoordinasi dengan Dinsos dan Puskesmas II Jaten untuk membawa  Yuli kembali ke RSUD Karanganyar untuk menjalani perawatan.

Baca Juga :  Isi Momentum Jelang Lebaran, PBVSI Karanganyar Santuni Atlet Yatim dan Uang Transport  Pada Wasit, Pelatih Serta Pemain

“Sampai sekarang Yuli masih dirawat di RSUD Karanganyar untuk kedua kalinya,” tandasnya.

Guntoro menjelaskan,  warga berharap usai dirawat dari RSUD Karanganyar Yuli dirawat di Rumah PMI Mojosongo, Solo guna memberikan yang terbaik pada Yuli. Pertimbangan warga, Yuli akan lebih terawat di panti asuhan daripada dirawat oleh warga, meskipun warga ikhlas merawat karena di Desa Ngringo dikenal desa yang ramah terhadap kaum miskin tak berdaya.

“Ini bukan soal mau atau tidak mau merawat karena warga di Desa Ngringo ini dikenal guyub dan empati tinggi terhadap kemanusiaan dan itu sudah banyak buktinya termasuk mera wat Supadmi buta tuli,” ujarnya.

Kala itu, lanjut Guntoro, warga setia merawat Supadmi, baik ketika suaminya masih hidup atau ketika suaminya sudah meninggal.

“Tapi soal Yuli ini,  warga menginginkan pelayanan yang terbaik,  yakni di rumah PMI,” ungkapnya. Beni Indra