JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

UMS Kukuhkan Prof Waston Sebagai Gubes Pertama Fakultas Agama Islam

Prof Dr Waston. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan guru besar pertama Fakultas Agam Islam, Prof Dr Waston, Kamis (1/4/2021). Pengukuhan sendiri akan dilakukan di Gedung Muh Djazman.

Prof Easton akan membacakan pidato ilmiahnya berjudul “Masa Depan Kemanusiaan dan Keberagamaan:
Era Pasca Pandemi di Indonesia dalam Teropong Filsafat” dalam pengukuhannya.

“Peradaban seolah terhenti, atau justru mundur selangkah, sejak Covid-19 menjadi global pandemic. Perekonomian dunia menyusut 4,3%, warga dunia yang terjatuh ke dalam kemiskinan ekstrim bertambah 130 juta. Saat ini lebih dari 2,6 juta jiwa telah meninggal dunia akibat coronavirus. Indonesia pun bertengger di posisi 17 dunia jika dilhat dari jumlah warganya yang meninggal,” urainya Prof Waston, Rabu (31/3/2021).

Baca Juga :  Terapkan Prokes Ketat, UMS Gelar Wisuda Daring dan Luring

Prof Waston menilai, peradaban sebetulnya tidak sedang berhenti, sebaliknya, pandemi mempercepat laju peradaban.

“Seolah kita sedang melakukan sebuah loncatan, sebuah peralihan yang cepat. Seluruh dunia, dari pembelajar termuda di level paling dini hingga pengajar tertua, para professor sepuh di perguruan tinggi, semua dipaksa menggunakan internet dalam pembelajaran. Sebuah pemaksaan yang tampaknya tidak akan berlangsung jika pandemi tidak terjadi. Sedangkan internet of things dan penguasaan big data adalah bahan bakar peradaban di masa depan. Artinya kita dipaksa meloncat ke anak tangga berikutnya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Prof Sofyan Anif Kembali Terpilih Jadi Rektor UMS

Dia melanjutkan, sejak pesatnya perkembangan teknologi informasi atau Revolusi Industri 4.0, manusia memang berpacu dengan waktu. Perubahan demi perubahan begitu cepat, hingga sebagian dari kita tidak mampu lagi mengimbanginya.

“Manusia hari ini harus menjadi makhluk yang mandiri tanpa bimbingan langsung dari sang nabi. Maka, benar-salah, baik-buruk, pantas dan tidaknya segala sesuatu, harus kita putuskan sendiri,” tukasnya. Prihatsari