JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Wilayah Jawa Timur Masih Potensial Muncul Bencana Susulan, Warga Diminta Waspada

Khofifah Indar Parawansa / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bencana alam di Jawa Timur, dimungkinkan masih memungkinkan terjadinya bencana susulan.

Karena itulah, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa wanti-wanti kepada warga untuk sabar dan tetap waspada.

Imbauan itu lantaran Gubernur Khofifah telah mendapatkan warning dari BMKG bahwa dua hari ini  diprediksi akan hujan lebat di wilayah Probolinggo, Malang, Lumajang dan Blitar.

Maka, Khofifah mengimbau agar ada informasi  dini pada masyarakat yang tinggal  di daerah aliran sungai pada wilayah tinggi dengan tingkat kemiringan tertentu untuk menghindari banjir bandang dan longsor.

“Info BMKG, masih akan ada  banjir bandang ataupun gempa susulan karena tadi masih ada gempa 5.3 SR,” ujarnya di sela meninjau dampak gempa bumi di wilayah Malang, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga :  Catatan 100 Hari Kinerja Kapolri Listyo Sigit, Selesaikan 1.864 Kasus dengan Jalan Damai. Salah Satunya Nenek Ambil Kapas

Oleh karen itu, Khofifah berharap masyarakat yang tinggal di ketinggian tertentu dan kemiringan wilayah tertentu serta di pinggir sungai  melakukan evakuasi dini ataupun dievakuasi bersama-sama agar terhindar dari  kemungkinan benca susulan yang bakal terjadi.

Wilayah yang dikunjungi Khofifah meliputi Turen, Dampit dan Ampel Gading. Khofifah meninjau Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Turen Malang. Ia melihat langsung sejumlah fasilitas sekolah yang ambruk.

Selanjutnya, Khofifah juga meninjau kantor Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit yang mengalami kerusakan cukup parah. Setidaknya  ada 22 kepala keluarga yang mengungsi ke tenda pengungsian yang terletak di halaman rumah warga yang cukup luas.

Baca Juga :  Pakar Hukum: SK Ketua KPK Cacat Hukum! 75 Pegawai KPK yang Dipecat Bisa Gugat ke PTUN

Khofifah menyarankan balai desa untuk dijadikan posko agar jika nantinya terjadi gempa susulan bisa memungkinkan untuk melakukan penyelamatan diri. Adapun pengungsian diharapkan di lapangan agar lebih aman dan nyaman.

“Saya ingin memastikan tempat pengungsian  ini bisa dilakukan di area luas. Dan setelah berdiskusi dengan Bupati Malang, kita  menyiapkan balai desa sebagai opsi atau pilihan yang strategis untuk dijadikan posko sedangkan beberapa lapangan disiapkan untuk tempat pengungsian,” kata Khofifah dalam keterangan tertulisnya.

www.tempo.co