JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Petani Sragen Terancam Makin Ngenes, Jatah Pupuk ZA dan TSP Tahun Ini Dihapuskan. Hanya Ada Urea dan Organik, Jatah NPK Juga Hanya 30 %

Ilustrasi petani di Sidoharjo Sragen tanam padi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Derita petani agaknya bakal makin bertambah. Pasalnya mereka kembali harus menerima kenyataan pahit bahwa alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021 ini dikurangi lagi.

Tidak hanya itu, bahkan dua jenis pupuk anorganik bersubsidi jenis TSP dan ZA, sudah tidak lagi diberikan alias dihapus.

Padahal dua pupuk itu selama ini sudah menjadi menu wajib bagi petani dalam melakukan pemupukan. Sementara harga pupuk non subsidi juga semakin mahal.

Baca Juga :  Oknum Perangkat Desa yang Didemo Karena Diduga Mesum Ternyata Dikenal Takmir Masjid dan Sering Pimpin Doa. Warga Tanon: Kami Malu, Masak Khilaf Terus-Terusan!"

Penghapusan TSP dan ZA itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari.

Saat menghadiri pembukaan demplot lahan pemupukan berimbang di Sidoharjo, ia mengatakan bahwa jatah pupuk bersubsidi untuk Sragen, memang dikurangi lagi tahun ini.

“Terkait pupuk bersubsidi memang alokasinya dikurangi lagi. Tahun ini SP 36 tidak ada untuk tanaman pangan, ZA juga sudah tidak ada,” paparnya di hadapan perwakilan kelompok tani (Poktan) yang hadir.

Baca Juga :  Kasus PTSL Desa Kecik, Bupati Sragen Ungkap Ada Pesan WA Soal Kades Begini Begini. Sebut Kemungkinan Bisa Dilempar ke Ranah APH

Eka menyampaikan untuk tahun ini, pupuk bersubsidi yang ada hanya Urea yang dijatah 99 persen dari pengajuan. Kemudian jenis NPK hanya mendapat jatah 30 persen dari pengajuan kabupaten.

“Sedangkan jatah pupuk organik kita dapatkan. Pengurangan itu karena memang kemampuan anggaran pemerintah yang banyak untuk penanganan Covid-19,” tandasnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua