JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Mungkin Terlalu Lelah, Tukang Becak Mbah Sardiman Mendadak Tergeletak Tak Bernyawa. Warga Sempat Geger

Evakuasi tukang becak yang tewas mendadak. Foto/Humas Polda
PPDB
PPDB
PPDB

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang tukang becak tiba-tiba terjatuh dan tergeletak di ruas jalan Desa Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Kamis (6/5/2021) siang.

Tukang becak tersebut sempat ditolong warga namun kemudian meninggal dunia.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh warga ke Polsek Kalimanah.

Polisi yang datang kemudian melakukan pemeriksaan TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga melakukan pemeriksaan jenazah korban.

Kapolsek Kalimanah AKP Setiadi mengatakan tukang becak yang meninggal di jalan raya Desa Klapasawit diketahui bernama Sardiman (50).

Baca Juga :  Hanya Modal Lamis Ngaku Perempuan, PNS dan Siap Dinikahi, Pria Asal Boyolali Keruk Rp 504 Juta dari Pria Kenalannya. Simak Kisahnya!

Korban merupakan warga Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga.

“Hasil pemeriksaan jenazah tidak ditemukan tanda penganiayaan. Korban diduga meninggal dunia akibat kelelahan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian korban sedang mengayuh becaknya tiba-tiba terjatuh di jalan raya. Warga yang melihat kejadian kemudian melakukan pertolongan dengan membawanya ke pinggir jalan.

“Saat ditolong warga korban sudah dalam keadaan tidak bergerak. Saat dilakukan pengecekan diketahui korban sudah meninggalkan dunia,” jelas kapolsek.

Baca Juga :  Pembunuhan Sadis Driver Ojol Slamet Ariswanto Akhirnya Tertangkap. Pelaku Sengaja Bunuh dan Bakar Korban untuk Kuasai Motornya, Tertangkap Usai Ditembak Polisi

Sementara itu, orang tua korban yang bernama Madsarji (79) menerangkan bahwa anaknya sejak malam hingga pagi pergi memancing.

Namun demikian, korban tetap beraktivitas seperti biasa menarik becak siang harinya. Hingga keluarga menerima kabar anaknya sudah meninggal dunia.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi,” pungkas kapolsek. Wardoyo