JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Bikin Tercengang, Pernikahan Dini di Jateng Meroket 12.823 Anak Dalam Setahun, Pemprov Langsung Luncurkan Program Jo Kawin Bocah

Program Jo Kawin Bocah yang diluncurkan Pemprov Jateng. Foto/Humas Pemprov

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemprov Jateng meluncurkan program baru untuk menekan angka pernikahan dini.

Layanan Care Center Jo Kawin Bocah yang berada di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah itu diluncurkan Jumat (28/5/2021).

Peluncuran itu sebagai tekad pemerintah provinsi untuk menekan kasus perkawinan usia anak.

Kepala DP3AP2KB Jateng, Retno Sudewi mengatakan, dengan keberadaan Care Center Jo Kawin Bocah, diharapkan berdampak pada pengurangan kasus perkawinan anak di Jateng.

“Kalau ini gerakan (Jo Kawin Bocah) banyak, ya pelan-pelan tapi pasti ya, target (turun) itu harus ada,” kata Dewi, sapaan akrabnya, usai acara peresmian Care Center Jo Kawin Bocah, di kantornya Jalan Pamularsih, Kota Semarang, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga :  Nekat Ngeyel, Pentas Kasidah di Acara Sunatan Warga Kayen Dibubarkan Polisi

Ditambahkan, pihaknya telah menginisiasi Jo Kawin Bocah yang diluncurkan pada 20 November 2020 lalu, sebagai upaya bersama menekan angka perkawinan usia anak di Jawa Tengah.

Pihaknya berharap dukungan unsur pentahelix, yaitu pemerintah, komunitas termasuk lembaga masyarakat dan kelompok anak, media massa, akademisi, dan dunia usaha, untuk menyukseskan upaya tersebut melalui perannya masing-masing.

Dewi mengatakan, gerakan tersebut hendaknya dilakukan secara masif, mulai dari pencegahan, penanganan, hingga publikasi. Agar Jo Kawin Bocah tersosialisasikan pada seluruh lapisan masyarakat, pihaknya telah membuat jingle, meramaikan hastag #nikahsehati, yaitu nikah sehat, terencana dan mandiri.

Baca Juga :  Aqua Ajak Pegawai BRI Salatiga Selalu Wujudkan Rasa Syukur dengan Kinerja Terbaik

Selain itu menyediakan buku saku Jo Kawin Bocah yang bisa diunduh di laman resmi, atau media sosial DP3AP2KB Jawa Tengah.

“Buku saku juga akan dibuat untuk anak-anak, biar lebih mudah bentuknya seperti komik, atau karikatur,” sambungnya.

Tidak berhenti di situ, pihaknya bekerja sama dengan Unicef membuat pelatihan ketrampilan hidup.

Mereka juga kerja sama dengan forum anak, disabilitas dan lainnya, supaya anak tahu potensi masing-masing. Termasuk, membuat aplikasi Apem Ketan, yaitu aplikasi pemetaan perempuan dan anak rentan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua