JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fakta Baru 2 Imam Masjid di Sragen Meninggal Beruntun. Ternyata Sering Gantian Jadi Imam, Begini Kronologi Lengkapnya!

Ilustrasi pemakaman protokol covid-19. Foto/Poldes
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penyebaran covid-19 di Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Sragen memunculkan fakta baru.

Ternyata dua orang yang dilaporkan meninggal dunia positif Covid-19 semuanya adalah imam masjid di wilayah tersebut. Kasus covid-19 itu terjadi di Dukuh Bulak Asri.

Sekretaris Desa Pelemgadung, Zepri Martin mengungkapkan dua orang tokoh agama yang meninggal itu masing-masing berinisial S (60) dan R (66).

Keduanya sama-sama diketahui sering menjadi imam di masjid setempat. Kedua imam itu dinyatakan meninggal dengan hasil swab positif terkonfirmasi covid-19.

Berdasarkan informasi yang diterima, S meninggal lebih dulu disusul R sepekan berselang. Keduanya juga sama-sama diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta.

Baca Juga :  Sebulan Lebih Digantung, Puluhan Buruh Pabrik PT SPG Sragen Demo Tuntut Kejelasan Nasib. Libur Tak Pasti, THR pun Dicicil

“Dua-duanya sama- sama imam masjid yang sama. Kadang yang jadi imam Pak S, kadang Pak R. Jadi bergantian. Kalau nggak ada Pak S ya Pak R yang ngimami, begitu,” paparnya kepada Johlosemarbewa.com, Rabu (5/5/2021).

Zepri menguraikan Pak S, lebih dahulu meninggal dunia. Sebelumnya memang sempat sakit dan dirawat di rumah sakit.

Setelah itu kemudian meninggal dengan hasil swab positif. Selama Pak S dirawat, kadang Pak R yang menggantikan jadi imam.

Tak lama setelah kepergian Pak S, Pak R menyusul sakit dan kemudian mengembuskan nafas terakhir sepekan kemudian.

“Meninggalnya selang seminggu,” tuturnya.

Dari hasil pelacakan kontak erat dan swab, total ada 13 warga di 2 RT yang tertular positif. Dari jumlah itu, termasuk dua imam yang meninggal dunia.

Baca Juga :  Usai Cetak Rekor Tertinggi, Covid-19 Sragen Terjun Bebas Hanya Tambah 11 Kasus Baru Hari Ini. Total Sudah 8.413 Positif dan 570 Warga Meninggal Dunia

“13 orang yang positif itu ada di 13 KK di 2 RT kebayanan satu,” urainya.

Lebih lanjut, Zepri menyampaikan sejauh ini tidak ada penambahan kasus. Ia berharap kasus mereda dan tidak ada lagi penambahan.

Sementara untuk mengantisipasi penyebaran, semua Kadus sudah terjun melakukan penyemprotan desinfektan secara serentak.

“Masjidnya ditutup sampai 10 Mei besok. Kalau masjid di lingkungan sekitarnya tetap dibuka dan difungsikan. Namun dengan kejadian itu, semua tetap diminta menerapkan protokol kesehatan lebih ketat,” terangnya. Wardoyo