JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kasus Pungli Libatkan Lurah Gajahan, Polresta Solo Akui Tak Proses Hukum, Ini Sebabnya

Wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka didampingi Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryatmo mengembalikan uang hasil pungli yang dilakukan oleh oknum Linmas, Minggu (2/5/2021). Foto: Instagram/Pemkot_solo

SOLO, JOGLOSENARNEWS.COM — Lurah Gajahan, Suparno dicopot dari jabatannya oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka usai terlibat kasus pungutan liar (pungli).

Uang pungli dengan modus zakat itu terkumpul sebesar Rp 11,5 juta akan dikembalikan ke pemiliknya.

Kebanyakan itu pengusaha atau pemilik-pemilik toko di wilayah Kelurahan Gajahan, karena memang wilayah Gajahan banyak terdapat toko-toko.

Meski demikian, Tim Saber Pungli Polresta Solo memastikan tidak memproses hukum.

Baca Juga :  Travel Gelap Tujuan Jatim Terjaring Penyekatan di Pospam Makutho Solo, Armada Ditahan, 11 Penumpang Dipulangkan

Ketua Tim Saber Pungli Polresta Solo, AKBP Denny Haryanto, menegaskan kasus pungutan liar di Kelurahan Gajahan belum dilaporkan ke Tim Saber Pungli.

“Kalau ada rekomendasi ke Polres atau ke Kejaksaan otomatis kami tindaklanjuti. Beliau (wali kota-red) langsung yang menindaklanjuti,” kata Denny, Selasa (4/5/2021).

Meski demikian, dirinya meminta masyarakat jangan ragu-ragu melaporkan tindak dugaan pungutan liar (pungli) dalam bentuk apapun ke Tim Saber Pungli.

Baca Juga :  Lengser dari Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo Kini Sibuk Bolak-Balik Solo-Jogja Urusi 2 Hal Ini..

Masyarakat dapat membawa bukti-bukti dugaan pungli ke Satreskrim Polresta Solo untuk ditindaklanjuti oleh tim gabungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Solo itu.

Ia mengatakan berkoordinasi dengan Polsek Pasar Kliwon untuk meningkatkan patroli di wilayah Kelurahan Gajahan.

“Dulu memang sudah pernah, sekarang tidak ada lagi. Kami masih memantau hal ini. Kalau ditemukan bisa melaporkan ke tim,” tegasnya. Prabowo