JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

SD di Ampel dan Gladagsari Gelar Ujian Sekolah Dengan Sistem No Paper Test

Foto: Waskita

IMG 20210503 WA0048
Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usai menggelar ujian sekolah untuk SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali pekan lalu, kini giliran jenjang SD yang melaksanakan ujian sekolah.

Kegiatan itu dilaksanakan Senin (3/5/2021) hingga Jumat (7/5/2021). Ujian sekolah tersebut  digelar oleh 582 SD yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali, dan diikuti 11.933 siswa.

Pada ujian sekolah tersebut, para siswa tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Seperti terlihat di SD Negeri 2 Ampel, Kecamatan Ampel.

Bedanya, siswa tidak mengerjakan lembar soal dan jawaban pada kertas. Namun ujian sekolah menggunakan sistem no paper test atau ujian tanpa kertas dengan menggunakan teknologi android.

Para siswa tetap datang ke sekolah untuk tatap muka. Namun soal ujian dikirim melalui daring dengan teknologi android atau menggunakan ponsel yang telah dikendalikan server dari ruang pusat kegiatan guru.

Baca Juga :  Pengendara Motor di Bawah Umur Tewas Tertabrak Truk Tangki BBM. Korban Terjatuh Saat Mendahului Motor Sebelum Tertabrak Truk

“Soalnya secara daring yang dikendalikan server dari pusat kegiatan guru, kemudian pelaksanaannya dengan tatap muka. Ini yang harus saya kembangkan, yang lain masih paper test pakai kertas. Khusus yang Ampel dan Gladagsari no paper test, semua SD di Ampel dan Gladagsari. Semua,” ujar Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto.

Ditemui wartawan di sela monitoring ujian sekolah di SD Negeri 2 Ampel, dia mengungkapkan, sebanyak sembilan mata pelajaran yang diuji dalam ujian sekolah jenjang SD. Tiga diantaranya mendapatkan porsi waktu mengerjakan cukup banyak dibandingkan dengan mata pelajaran lain.

Baca Juga :  Antar Penumpang, Driver Ojol Ini Diancam Pakai Celurit Oleh Residivis dan Motornya Dirampas. Polisi Boyolali Gerak Cepat Meringkus Pelaku

“Ketiga mata pelajaran tersebut yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yakni 90 menit.  Praktis anak-anak akan di sekolah 150 menit ditambah istirahat. Sehingga masih sesuai dengan SOP  kami maksimal tiga jam,” ujarnya.

Kepala SD Negeri 2 Ampel, Fajar Sasongko mengungkapkan bahwa 24 siswa kelas VI semula akan mengikuti ujian sekolah di rumah salah satu guru yang berada di zona hijau Covid-19. Hal itu terkait adanya klaster piknik yang di Dukuh Gondang, Desa Candi, Ampel.

“Namun pada Minggu (2/5/2021) pagi sudah ada informasi dari Gugus Covid Desa Gondang sudah aman, sudah dinyatakan negatif semua.
Sehingga akhirnya diputuskan ujian sekolah tidak dipindahkan,” ujar dia. Waskita