JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Terungkap, Identitas Mayat yang Dikira Boneka di  Sungai Bengawan Solo Hilir, Gondangrejo, Karanganyar. Diketahui Korban  Warga Bendosari, Sukoharjo

Penemuan mayat pria misterius mengambang di Sungai Bengawan Solo / Foto Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Melalui koordinasi intens Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Hussain dengan Kapolsek Gondangrejo,  Iptu. S. Widiatmoko dan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis), akhirnya berhasil diungkap  identitas mayat misterius, yang ditemukan di Sungai Bengawan Solo hilir, Gondangrejo, Karanganyar, Selasa (4/5/2021).

Diketahui, mayat tersebut bernama Samino (40),  warga Desa Tegalrejo RT 02/05, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jateng.

Kapolsek Gondangrejo,  Iptu S. Widiatmoko mengatakan dibutuhkan waktu sekitar 5 jam proses identifikasi oleh tim Inavis Satreskrim Polres Karanganyar, akhirnya diketahui identitas mengarah pada mayat tersebut. Selanjutnya hasil identifikasi dikonfirmasikan dengan keluarga mayat tersebut.

Baca Juga :  Pastikan Warganya Aman, Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto Terjun ke TKP Pantau Proses Evakuasi Korban Keracunan Takjil

“Setelah ada tanda-tanda final menunjukkan identitas mayat, polisi berkordinasi dengan Polres Sukoharjo untuk menyampaikan kepada keluarga korban,” tandasnya.

Setelah itu,  lanjut Kapolsek, keluarga korban  diminta datang ke RS Moewardi guna mengkonfirmasi up-date kondisi korban.

Berdasarkan ciri-ciri tubuh korban yang mana wajahnya masih bisa dikenali sehingga memudahkan keluarga mengenalinya. Selain itu juga ciri-ciri khusus pada tubuh mayat serta pakaian yang dikenakan mayat.

Baca Juga :  Tersekat di Tawangmangu, 64 Kendaraan Diputar Balik ke Jawa Timur. Ada 27 Orang Diswab, Jangan Kaget Begini Hasilnya!

“Akhirnya fix terkonfirmasi benar mayat itu adalah Samino (40) warga Desa Tegalrejo RT 02/05 Kecamatan Bendosari, Sukoharjo,” ujarnya.

Sementara itu Kanitreskrim Polsek Gondangrejo Iptu Parjo mengatakan,  korban diketahui seorang duda setelah bercerai dengan isterinya sekitar 3 tahun lalu.

Sejak ditinggal pergi istrinya, Samino limbung mengalami tekanan jiwa.

“Sejak itulah Samino  mulai jarang keluar rumah dan terakhir ditemukan tak bernyawa di Sungai Bengawan Solo,” ujarnya.  Beni Indra