JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tinggalkan Kursi Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno Mengaku Akan Kembali ke Dunia Bisnis. Siap Kritis Tapi Tidak Jadi Oposisi!

Dedy Endriyatno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lima tahun mendampingi Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Dedy Endriyatno hari ini akan resmi mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Bupati Sragen.

Tepat pukul 00.00 WIB dinihari nanti, Dedy akan resmi menanggalkan jabatannya sebagai Wabup. Ia pun mengaku sudah siap untuk kembali ke habitat lamanya menggeluti dunia bisnis.

Selain itu, Dedy menyebut tetap tidak akan menanggalkan dunia organisasi dan politik yang selama ini telah mengantarkannya ke jenjang karier tertinggi kedua di jajaran eksekutif Pemkab Sragen itu.

“Saya akan kembali ke dunia lama saya yaitu bisnis. Lalu membangun organisasi dan juga tetap membangun partai. Tetap di politik juga, karena membangun itu bagian dari politik,” paparnya kepada wartawan usai upacara akhir masa jabatan, Senin (3/5/2021).

Baca Juga :  Innalillahi, Bocah 6 Tahun Korban Kebakaran di Ketro Tanon Sragen Meninggal Dunia. Luka Bakarnya Capai 93 Persen, Kondisi Wajahnya Gosong dan Melepuh

Lantas soal sikap politik, Dedy mengaku karena menjadi bagian dari partai politik, sikap politisnya tentu akan mengikuti sikap politik partainya yakni PKS.

Menurutnya apa yang menjadi sikap PKS, tentu ia akan mengikutinya karena menyadari dirinya adalah bagian di dalamnya.

Perihal kemungkinan menjadi oposisi atau bersikap kritis mengingat PKS bukan menjadi pengusung pasangan Yuni-Suroto di Pilkada 2020 lalu, Dedy menegaskan dirinya tidak akan serta merta melupakan bahwa ia juga merupakan sahabat Yuni.

Baca Juga :  Update Pembahasan THR PT DMST Sragen, Mediasi Mencair Satu Serikat Buruh PT DMST II Akhirnya Legawa Terima THR 70 %. Buruh Kurang dari 1 Bulan Tidak Dapat!

“Artinya di kabupaten atau daerah itu tidak ada oposisi. Karena pemerintah daerah itu terdiri dari bupati dan DPRD sehingga artinya tidak ada oposisi. Nggak mungkin juga saya oposisi. Jadi kalau kritis ya kritis yang konstruktif saja,” kata dia.

Dedy menyampaikan jika segala sesuatu bisa disampaikan dengan cara baik dan benar, mengapa harus memakai demo.

“Yang penting kan tujuannya tercapai,” tandasnya. Wardoyo