JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tragedi Keracunan Takjil di Karangpandan, Satu Warga Meninggal Dunia, Tinggal 9 Warga yang Masih Dirawat

Deretan mobil ambulans tengah mengevakuasi warga yang jadi korban keracunan takjil / Foto: Beni Indra
PPDB
PPDB
PPDB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kondisi puluhan korban keracunan takjil warga Dusun Puntukringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar dilaporkan berangsur membaik.

Hingga hari ini, tercatat tinggal sembilan warga yang masih dirawat Puskesmas Karangpandan dan RSUD Karanganyar.

Tujuh orang di antaranya dirawat di RSUD Karanganyar dan dua orang dirawat Puskesmas Karangpandan.

Dokter Puskesmas Karangpandan, Nina Kurniawati mengatakan dari awal, secara total Puskesmas Karangpandan menerima 26 pasien. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya diperbolehkan rawat jalan, tiga pasien dirujuk ke RSUD Karanganyar.

“Sisanya rawat inap. Kondisinya mulai membaik sehingga sudah diperbolehkan pulang. Hari ini, tinggal dua pasien saja yang masih dirawat,” paparnya kemarin.

Nina mengatakan, secara umum para pasien tersebut mengalami gejala yang sama yakni muntah dan diare. Gejala tersebut, mengarah kepada adanya infeksi pencernaan.

“Secara umum gejalanya hampir sama, lebih ke gangguan pencernaan
semua muntah sama diare. Untuk yang selama ini kita rawat di puskemas memang untuk yang kondisinya tidak terlalu parah,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Karanganyar Gelontorkan Rp 40 Miliar Gaji ke-13 Untuk  9.000 ASN

Infeksi pencernaan tersebut diperkuat dengan hasil pemeriksaan darah para pasien. Infeksi tersebut erat kaitannya dengan dugaan keracunan yang dialami oleh para pasien.

“Memang secara medis, kalau dari pemeriksaan darahnya memang ada infeksi. Infeksinya bisa jadi karena memang gangguan di pencernaannya itu,” urainya.

Para pasien ini, lanjutnya, mendapatkan perawatan sesuai dengan kondisi dan keluhan masing-masing. Sementara tiga pasien terpaksa dirujuk karena kondisinya melemah.

“Kalau yang dirujuk kemarin mungkin karena dehidrasi jadi agak lemah (kondisinya), dan yang sudah usia sudah lanjut,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Gerdu, Veri Kurnianto mengatakan, hasil pendataan terakhir, total warganya yang mengalami keracunan dan mendapatkan perawatan di beberapa unit layanan kesehatan berjumlah 55 orang. Hal ini berbeda dengan hasil pendataan awal yakni 59 orang.

Baca Juga :  Seperti Ini  Kronologi Merebaknya  Covid-19  Klaster Pijat Di Desa Ngringo, Jaten Karanganyar

“Benar kemarin pendataan awal 59 orang. Namun setelah kita pastikan lagi, total warga yang mengalami keracunan sebanyak 55 orang. Rinciannya, 53 warga Gerdu, dan dua warga Pablengan,” ujarnya.

Veri menyebut warga yang menjalani perawatan di RSUD Karanganyar, saat ini tinggal berjumlah tujuh orang. Menurutnya, kondisi ketujuh warga tersebut sudah membaik.

“Ini kebetulan saya di RSUD Karanganyar, saat ini tinggal tujuh orang yang dirawat. Kondisinya sudah membaik,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya 55 warga Dusun Puntukringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, mengeluhkan gejala keracunan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Dugaan sementara, puluhan warga ini mengalami keracunan usai menyantap hidangan takjil yang disediakan di masjid setempat.

Dalam perkembangannya, satu warga dinyatakan meninggal dunia di RSUD Karanganyar. Sementara puluhan warga lain masih menjalani perawatan di Puskesmas Karangpandan dan RSUD Karanganyar. Wardoyo

[sharethis-reaction-buttons]