JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Punya Kisah Tak Biasa, Biografi Perjalanan Hidup Tesla Masuk Nominasi Diputar di Ruang Audio Visual Disarpus Karanganyar. Tokoh Elon Musk dan Inc Juga Direkomendasi Bupati

Pembukaan ruang audio visual di Disarpus Karanganyar. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta agar Ruang Audio Visual di Disarpus bisa memutar biografi dan sejarah tokoh dunia dipercaya memotivasi berpikir kreatif para generasi muda.

Beberapa tokoh yang dinominasikan di antaranya Tesla, Inc dan Elon Musk.
Konten-konten tersebut kini bisa diakses di ruang audio visual Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Karanganyar.

“Dengan adanya ruang audio visual, jadi cara mentransfer ilmu yang digemari milenial. Maka, rangsanglah imajinasinya dengan tayangan edukatif. Misalnya histori dari pendiri Tesla, Inc, Elon Musk,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat melaunching ruang audio visual Disarpus Karanganyar, Rabu (9/6/2021)).

Salah satu tokoh visioner di industri mobil listrik itu memiliki cerita perjalanan hidup yang tidak biasa.

Juliyatmono menganggap ceritanya bisa dikemas untuk memotivasi generasi muda agar berjuang membangun mimpinya.

Menurutnya, hal yang seakan tidak mudah jika terus diperjuangkan maka akan menemui sukses. Begitu pula sejarah para tokoh nasional dalam membawa Indonesia ke era lebih baik.

Konten-konten tersebut dipersilakan menjadi referensi tayangan ruang audio visual.

Kepala Disarpus, Sugeng Raharto mengatakan ruang audio visual dibangun 18 Februari-18 Mei 2021. Sumber pembiayaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021.

Pagu anggaran untuk pengerjaan dipacak Rp 1 miliar. Kemudian dimenangkan oleh CV Wahyu Adi senilai Rp 841.814.000.

Ruang audio visual milik pemerintah daerah ini merupakan yang pertama di Karanganyar. Bahkan salah satu yang terbaik di Jawa Tengah.

Pengguna fasilitas bakal merasakan pengalaman menikmati nonton film seperti di bioskop berkedap suara, full AC Tempat duduknya juga didesain sama seperti di bioskop. Hanya saja tanpa tempat menaruh makanan dan minuman.

“Di tempat duduknya ada meja lipat. Memang tidak diperkenankan makan minum di sini karena bukan diperuntukkan seperti itu. Silakan menyaksikan konten audio visual,” katanya.

Sugeng akan berkonsultasi lebih lanjut ke Bupati Juliyatmono terkait pemakaian ruang. Namun secara umum, publik boleh memakainya. Selain itu juga cocok dipakai rapat dinas.

“Kapasitas 49 tempat duduk. Di masa pandemi, maksimal separuhnya yang bisa dipakai,” katanya.

Pustakawan Disarpus Karanganyar, Priyanto menambahkan, ruang audio visual tersebut dilengkapi tempat tunggu sebagaimana bioskop. Bedanya, tempat menunggu tidak tersedia food court tapi etalase buku dan koleksi bacaan lainnya. Wardoyo