JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Buktikan Semangat Kebersamaan, Tim Sepakbola Mahasiswa Papua PBFC Soloraya Sukses Jawara Trofeo di Colomadu. Tundukkan Maestro FC dan PS Elang Muda

Skuad PBFC Soloraya berpose bersama usai juara di Trofeo Colomadu, Karanganyar. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kesebelasan Papua Bersaudara Football Club (PBFC) Soloraya sukses menahbiskan diri sebagai salah satu kekuatan sepakbola di wilayah Soloraya usai menjuarai turnamen sepakbola Trofeo di Colomadu, Karanganyar.

Gelar perdana itu diraih usai menundukkan dua kesebelasan masing-masing Maestro FC dan PS Elang Muda dalam laga penuh gengsi yang digelar di Lapangan Paulan, Colomadu, Senin (31/5/2021).

Mengawali laga, skuad yang bermaterikan mahasiswa asal Papua di Solo dan sekitarnya itu sukses memetik kemenangan atas atas PS Elang Muda.

Tampil sama-sama ngotot, kedua tim berusaha menampilkan permainan terbaik mereka. Laskar mahasiswa Papua unggul lebih dulu di menit ke-10.

Diawali penetrasi apik bek tangguh, Hofni yang sering di sapa, Daniel Alves, sukses menceploskan bola memanfaatkan bola rebound sepakan pojok Okto.

Skuad Mahasiswa Mutiara hitam makin menggebrak dan menggandakan keunggulan di menit 20 lewat sepakan keras Chafin. Ia sukses memanfaatkan umpan jauh kiper yang melewati beberapa pemain bertahan Elang Muda.

Chafin yang sering di sapa Makan Konate, berlari kencang menyambut bola dan melesakkan tendangan terukur hingga merobek jala Elang Muda untuk kedua kalinya.

Tertinggal 0-2 membuat Elang Muda menaikkan tempo permainan dan berhasil menipiskan ketinggalan melalui gol kaptennya di menit 23.

Namun PBFC Soloraya terlalu perkasa dan kembali menambah keunggulan lewat sepakan kaki Dani alias Bambang Pamungkas di menit 25 dan menutup babak pertama 3-1.

Tidak ada gol tambahan di babak kedua sehingga PBFC tetap unggul 3-1 hingga peluit akhir berbunyi. Kemenangan atas Elang Muda, memompa semangat anak-anak Papua di laga kedua melawan Maestro FC yang digelar di lapangan yang sama.

Kapten sekaligus senior PBFC Soloraya, Moses Ferdinand Kamer. Foto/Wardoyo

Tak ingin kehilangan momentum di laga penentuan, skuad PBFC dan Maestro sama-sama tampil penuh determinasi. Jual beli serangan mewarnai sepanjang pertandingan.

Sayang hingga 2 x 30 menit, tak ada satu pun gol tercipta. Pertandingan pun terpaksa dilanjutkan dengan babak adu penalti untuk memastikan pemenang turnamen.

Drama adu tos-tosan berjalan menegangkan. Dari tiga penendang pertama, skor sama imbang 2-2. PBFC melesakkan dua gol lewat Moses Nani dan Viktor Valdes namun satu tendangan oleh Felix gagal bersarang.

Sementara, Maestro FC memasukkan dua gol dan satu tendangan berhasil ditepis penjaga gawang andalan PBFC Viktor Valdes.

Babak penalti kembali diperpanjang dengan dua penendang. PBFC akhirnya keluar sebagai pemenang usai menambah dua gol, sedangkan satu sepakan penendangan Maestro FC berhasil dimentahkan kiper Viktor Valdes.

Gol terakhir pemain PBFC, Chalfin Makan Konate, langsung disambut gemuruh suporter PBFC sekaligus mengantar PBFC Soloraya meraih juara 1 untuk kali pertama.

“Kami bangga dan bersyukur, akhirnya kerja keras dan kekompakan adek-adek mahasiswa Papua di Soloraya ini bisa berbuah hasil dengan juara di Trofeo ini. Tentu ini sangat menggembirakan dan akan menjadi pemompa motivasi bersama. Kami juga berterimakasih atas dukungan dari adek-adek mahasiswa asal Papua lainnya yang rela datang dari berbagai wilayah di Soloraya dan sekitarnya demi mendukung dan memberikan semangat hingga akhirnya visa meraih juara,” papar kapten sekaligus senior PBFC, Moses Ferdinand Kamer.

Pembina Tim PBFC Solo Raya, Iwan Sis mengaku sangat senang adik-adik mahasiswa Papua Solo dan Mahasiswa Soloraya yang tergabung Dalam PBFC Soloraya berhasil memberikan juara Trofeo kali ini.

Ia juga senang ada kedatangan saudara mereka Papua dari Salatiga yang berasal dari Merauke dan ikut gabung hari ini.

“Itu luar biasa. Kedua saudara Papua itu sangat berterima kasih kepada Saudara PBFC Solo Raya yang punya kekeluargaan baik di antar Mahasiswa Papua di Soloraya. Semoga ini bisa jadi contoh baik di kota studi Soloraya. Bukan mereka kuliah saja di kampus, tapi dari sepakbola ini kita bisa dapat saudara disini saling mengenal sebagai mahasiswa anak rantau. Sepak bola adalah bagian dari mereka sebagai putra Papua di daerah sendiri dan di luar dari itu, nama anak Papua memang menjadi mutiara paling luar biasa di atas lapangan hijau,” pungkasnya. Wardoyo