JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Daerah yang Mengalami Penurunan Kasus COVID-19 Bisa Membantu Daerah Lain yang Melonjak Kasusnya, Seperti ini Caranya

Simulasi penanganan pasien Corona di Wonogiri


WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM
Bagi daerah yang telah mengalami penurunan kasus COVID-19 harus terus mempertahankan kondisinya. Sehingga bisa membantu wilayah tetangganya yang masih mengalami kenaikan kasus.

Bantuan dapat diberikan terkait fasilitas pelayanan kesehatan pasien COVID-19. Cara gotong royong seperti ini, diharapkan membuat upaya penanganan berjalan lebih efektif dan maksimal.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam rilis yang diterima grup WhatsApp, Kamis (17/6/2021), menyebut 6 provinsi urutan teratas dalam kenaikan kasus berasal di Pulau Jawa. Yaitu, DKI Jakarta naik 7.132 kasus, Jawa Tengah naik 4.426 kasus, Jawa Barat naik 2.050 kasus, DI Yogyakarta naik 973 kasus, Jawa Timur naik 939 kasus serta Banten naik 440 kasus.

Di lain sisi, bagi provinsi yang telah mengalami penurunan kasus harus terus mempertahankan kondisinya. Sehingga bisa membantu wilayah tetangganya yang masih mengalami kenaikan kasus. Bantuan dapat diberikan terkait fasilitas pelayanan kesehatan pasien COVID-19. Cara gotong royong seperti ini, diharapkan membuat upaya penanganan berjalan lebih efektif dan maksimal.

Baca Juga :  Update Data COVID-19 Sukoharjo Per 23 Juli 2021, Meliputi Jumlah Kasus Baru Angka Kesembuhan Hingga Kematian

Sebagai contoh, provinsi-provinsi yang memungkinkan melakukannya seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat karena mengalami penurunan kasus. Jika memungkinkan, kedua provinsi itu dapat membantu wilayah tetangganya yang masih mengalami kenaikan kasus yaitu Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Bantuan dapat berupa logistik, sarana prasarana dan lainnya sesuai kebutuhan.

“Begitupun dengan provinsi-provinsi yang berada di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Sikap gotong royong yang menjadi karakter bangsa Indonesia, perlu diterapkan dalam penanganan COVID-19 antar daerah. Sehingga pengendalian dapat terlaksana secara maksimal dan mengurangi beban daerah yang kasusnya masih tinggi,” ujar dia.

Pemerintah daerah juga harus memanfaatkan forum komunikasi antar pimpinan daerah (Forkompinda) untuk menyelesaikan permasalahan bersama. Pemerintah pusat siap membantu, jika upaya kemandirian antar daerah ini tidak menemukan solusi.

Baca Juga :  Wajib Tahu, Limbah Hewan Kurban Tak Boleh Mencemari Lingkungan, Perhatikan Soal Darah Kotoran hingga Isi Perut Hewan Usai Disembelih

Dalam penanganan saat ini, harus fokus untuk mengendalikan pertumbuhan kasus di daerah-daerah yang sedang mengalami kegentingan kasus. Dengan cara memastikan protokol kesehatan dipatuhi masyarakat dan mentaati kebijakan pemerintah termasuk membatasi mobilitas masyarakat di dalam dan luar negeri. Aris