JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Fenomena Miris, Puluhan Sekolah Negeri di Karanganyar Kekurangan Siswa, Sekolah Swasta Justru Nolak-Nolak. Ada SD Bahkan Hanya Dapat 1 Siswa Baru, Pertanda Apa?

Ilustrasi seorang siswi melihat pengumuman hasil PPDB. Dok/JSnews


KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – PPDB tahun ajaran baru 2021/2022 menghadirkan mimpi buruk bagi puluhan sekolah di Karanganyar.

Pasalnya, puluhan SMP berlabel negeri itu dilaporkan gagal memenuhi kuota dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang baru dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Atas kekurangan kuota siswa baru ni, Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar mengijinkan untuk membuka pendaftaran siswa baru dengan cara offline.

Dengan catatan, sekolah harus memberitahukan kepada Disdikbud kekurangan jumlah kuota.

Advertisement

Plt Kabid Dikdas Disdikbud Karanganyar, Endang Tri Hadiningsih mengatakan sejumlah sekolah yang tidak memenuhi kuota siswa baru tersebut berada di wilayah 4 J (Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Jatiyoso), Matesih dan Colomadu.

Hal sebaliknya terjadi pada sekolah swasta. Dalam PPDB tahun 2021 ini justru kebanjiran siswa baru.

“Saat ini ada kecenderungan orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. Di samping itu, sekolah swasta juga lebih dulu membuka pendaftaran siswa baru,” paparnya kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Baca Juga :  Hadapi Serunya Kontestasi 2024, DPC PDIP Karanganyar Tolak Caleg Karbitan

Dikatakan Endang, hal yang sama terjadi di tingkat SD. Banyak sekolah yang kekurangan siswa.

Sebaliknya ada SD swasta yang sampai menolak calon siswa karena banyak yang mendaftar.

Sehingga jalan satu-satunya adalah kemungkinan regrouping SD-SD yang berdekatan dan kekurangan siswa.

“Kemungkinan akan diregrouping. Tapi kan butuh proses yang cukup lama. Prinsipnya, kita tetap melakukan perbaikan untuk meningkatkan mutu dan kualitas di sekolah negeri sehingga diminati masyarakat. Di sinilah dibutuhan kreatifitas kepala sekolah,”tandasnya.

Terpisah, Humas Dewan Pendidikan (DP) Karanganyar, Hartono menyatakan, berdasarkan hasil pemantauan hari terakhir PPDP, sejumlah sekolah dasar yang tidak memenuhi kuota tersebut yakni di sekolah dasar Tegalgede.

Dari kuota 28 siswa hanya 20 yang mendaftar. Bahkan di Sekolah Dasar Ngunut kecamatan Jumantono hanya 1 siswa yang mendaftar.

Baca Juga :  Hendak Pasang Saluran IPAL,  Ngadiyanto Warga Kebakramat, Karanganyar Tewas Kesetrum Mesin Drill

Serta sejumlah sekolah lain yang juga kekurangan siswa.

“Dengan kondisi seperti ini, regrouping adalah sebuah keniscayaan. Dan ini sudah kami sampaikan saat Musrenbang beberapa waku lalu,” terangnya. Wardoyo