JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ganjar Minta Bupati dan Wali Kota Awasi Mal, Pasar dan Restoran

Ganjar Pranowo saat berkunjung ke RSUD Sragen, Sabtu (12/6/2021). Foto/Wardoyo

UNGARAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kepada Wali Kotan dan Bupati di Jateng ikut mengawasi tempat-tempat keramaian, seperti pasar, mal, dan restoran.

Alasan perlu pantuan ketat di tempat-tempat tersebut, karena kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan seringkali timbul di tempat itu.

Hal itu disampaikan Ganjar saat mengecek penanganan Covid-19 di Kabupaten Semarang, Selasa (22/6/2021). Kabupaten Semarang menjadi salah satu daerah zona merah di Jawa Tengah.

“Tolong pasar didampingi, diatur dengan baik. Kafe-kafe, restoran, dan tempat-tempat makan saya minta dicek. Jangan ada orang makan berhadap-hadapan, harus nyamping dan berjarak,” kata Ganjar.

Ditambahkan, Satpol PP, bupati/ wali kota, dan Disperindag didampingi TNI/Polri, harus terus keliling melakukan operasi. Kalau menemukan adanya pelanggaran prokes di tempat-tempat itu, maka petugas harus mengambil tindakan tegas.

“Kalau tidak mau, tutup. Atau kalau tidak, bisa take away. Sebenarnya take away itu yang paling bagus,” terangnya.

Beberapa daerah, lanjut Ganjar, sudah bagus dalam pelaksanaan pengetatan itu. Dia mencontohkan, saat bersepeda di Kota Semarang pada Senin (21/6/2021) kemarin. Saat ia ingin makan di salah satu restoran, pengelola restoran berani menolak Ganjar makan di tempat.

“Saya kemarin sepedaan di Kota Semarang, pengen makan ayam tulang lunak. Sepertinya enak, cocok. Jadi saya minggir. Tempatnya sepi, jadi saya pengen makan di situ. Ternyata pengelolanya bilang, mohon maaf Pak Ganjar, mboten saget (tidak bisa), kalau kersa (kalau mau) take away saja. Ini bagus, saya apresiasi,” ucapnya.

Baca Juga :  Bedah Rumah Pembuat Besek di Kabupaten Semarang Selesai Dalam 20 Hari, Ganjar Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga

Kurangi Mobilitas
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga meminta masyarakat mengurangi mobilitas di luar rumah. Kalau tidak penting, masyarakat diminta untuk tetap di rumah.

“Karena mobilitas ini yang sering menimbulkan kerumunan. Saya sudah cek ke pasien Covid yang diisolasi di rumah dinas wali kota. Saya tanya kira-kira ketularan di mana, ada yang bilang habis lamaran pak, habis ziarah pak, piknik pak. Nah tempat-tempat seperti itu yang mungkin menjadi awal penularannya,” katanya.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Semarang itu, sejumlah tempat dicek langsung oleh Ganjar. Di antaranya vaksinasi di GOR Wujil, program Jogo Tonggo di Desa Tegalsari Kecamatan Bergas. Ganjar juga menyempatkan diri menengok warga Kabupaten Semarang yang menjalani isolasi terpusat di Rusunawa Pringapus.

Saat mengecek program Jogo Tonggo di Desa Tegalsari, Ganjar menemukan, klaster di desa itu awalnya dari acara pernikahan. Dari acara pernikahan itu, 10 warga terkonfirmasi positif covid-19

Baca Juga :  Kejinya Pria Bernama Ahmad Jamaludin, Tega Bantai dan Bakar Pengemudi Ojek Online atau Ojol di Flyover Sampang. Korban Dihabisi dalam 24 Adegan

“Sekarang ketat saja, dibatasi acara-acara seperti itu. Boleh nikahan, tapi yang datang dibatasi, dan resepsinya nanti saja,” kata Ganjar.

Ketua RT 04 Desa Tegalsari, Krisnandar membenarkan, awal kasus Covid-19 di desanya karena acara pernikahan. Salah satu warganya menikah dengan orang dari luar daerah, dan diduga di antara mereka ada yang positif Covid-19.

“Itu dari luar, pengantinnya dari Demak. Kemungkinan ada yang positif, kemudian menulari warga sini. Ada 10 orang yang positif dan sekarang isolasi di rumah dengan pengawasan ketat,” ucapnya. Satria