JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gara-gara Nonton Film Panas, Siswa Kelas 4 SD di Cabuli Bocah 6 Tahun

ilustrasi kekerasan seksual / pixabay

BAJAWA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang siswa SD yang berusia 10 tahun di Desa Wogowela, Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur melakukan pencabulan terhadap bocah berusia enam tahun pencabulan.

Usut punya usut sebelum melakukan aksinya, pelaku yang baru kelas 4 SD tersebut sempat menonton film panas.

Dari hasil penyelidikan terhadap saksi, korban, dan pelaku, ternyata aksi pencabulan yang dilakukan oleh bocah kelas empat SD itu gara-gara sebelumnya sudah nonton film panas tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika melalui Kanit PPA Aipda Maria Roslin Djawa kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa 8 Juni 2021.

Baca Juga :  Tangan Nekat Masuk ke Baju Siswi Cantik Saat Naik ke KRL, Pemuda AS Langsung Ditangkap Polisi

Maria mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, pelaku melakukan aksi tak senonoh tersebut karena sebelumnya pelaku menonton film dewasa yang dikasih nonton oleh salah seorang siswa SMP.

“Dari hasil penyelidikan kami mereka melakukan ini karena sebelumnya mereka menonton video porno yang dikasih nonton oleh anak SMP,” ungkapnya.

Menurut pengakuan dari siswa SMP tersebut, kata Maria bahwa, video porno itu didapat dari salah salah seorang tukang yang bekerja di Puskesmas Boba.

Diberitakan Pos Kupang sebelumnya, seorang bocah kelas empat SD berinisial V melakukan pencabulan terhadap seorang anak berinisial M (6) di Desa Wogowela, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada.

Karena pelaku V (10) masih dibawah umur, maka pelaku tidak ditahan. Kasus tersebut merupakan kasus baru yang ditangani oleh Polres Ngada karena antara pelaku dan korban sama-sama masih dibawah umur.

Baca Juga :  Bertemu dengan IBM, Menko Airlangga: Pemerintah Buka Berbagai Kemungkinan Kerja Sama

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika melalui Kanit PPA Aipda Maria Roslin Djawa kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa 8 Juni 2021 mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 12 Mei 2021 yang lalu.

Kasus yang baru pertama kali terjadi di Polres Ngada tersebut baru dilaporkan oleh ibu kandung korban pada tanggal 19 Mei 2021. Saat melaporkan kasus tersebut, ibu korban didampingi oleh kakek dan nenek korban.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua