JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Hari Jadi Boyolali Dirayakan Sederhana. Bupati Sebut Jasa Mantan Bupati dan Ketua DPRD

Bupati Boyolali M Said Hidayat menyerahkan nasi tumpeng kepada Sekda Masruri / Foto: Waskita
PPDB
PPDB
PPDB

Bupati Boyolali M Said Hidayat menyerahkan nasi tumpeng kepada Sekda Masruri / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mantan Bupati Seno Samodro dan almarhum S Paryanto, ketua DPRD Boyolali yang meninggal beberapa hari lalu, disebut- sebut dalam sambutan upacara Hari Jadi ke-174 Kabupaten Boyolali, Sabtu (5/6/2021).

Peserta upacara pun dibatasi, hanya melibatkan pejabat eselon II dan III. Tanpa melibatkan anggota TNI dan Polri serta perwakilan sekolah maupun lembaga lainnya.

Bertindak sebagai inspektur  upacara, Bupati M Said Hidayat.

Seluruh peserta upacara menggunakan pakaian kejawen jangkep, lengkap dengan blangkon dan keris. Tak hanya itu saja, seluruh aba- aba dalam upacara pun menggunakan Bahasa Jawa. Upacara pun berlangsung dengan khidmat.

Dalam sambutannya, Bupati kembali menyebutkan keberhasilan Bupati sebelumnya, Seno Samodro yang berhasil membawa Boyolali semakin maju. Termasuk sejumlah pengharagaan Adipura serta meraih penghargaan WTP hingga 10 kali berturut- turut.

“Ini tak bisa dipungkiri, serangkaian keberhasilan Bupati sebelumnya, Seno Samodro serta dukungan almarhum S Paryanto, yang menjabat ketua DPRD Boyolali,” kata Bupati dalam sambutannya.

Seusai upacara, Bupati M Said Hidayat melakukan pemotongan tumpeng di Pendapa Alit dengan didampingi Wabup Wahyu Irawan. Selanjutnya, tumpeng diserahkan langsung kepada Sekda, Masruri. Kemudian, seluruh peserta upacara melakukan tabur bunga di TMP Ratna Negara.

Mengambil tema “Bangkit Semangat Berjuang di Masa Pandemi, Melangkah dan Menata Bersama Penuh Totalitas (Metal)”, rangkaian acara dimulai di Kali Gedhe di Kampung Sumberlerak, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali pada Jumat (4/6/2021) sore.

Di lokasi tersebut diselenggarakan khataman Al Quran sekaligus bertujuan untuk mengirim doa kepada Ki Ageng Pandan Arang, tokoh yang diyakini memunculkan asal- muasal nama Boyolali. Khataman hanya diikuti 10 santri saja. Waskita