JOGLOSEMARNEWS.COM Wisata Kuliner

Renyahnya Tempe Keripik Benguk Asli Wonogiri, Rasanya Pengin Makan dan Makan Lagi Bikin Nagih Pokoknya

Tempe keripik benguk khas Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto


WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tempe sudah sejak lama menjadi makanan favorit banyak orang. Sejumlah olahan berbahan dasar tempe pun dengan mudah dijumpai di warung makan.

Olahan tempe itu ada yang berupa lauk, sayur, maupun camilan. Nah dari sekian banyak camilan berbahan tempe, salah satunya yang cukup terkenal adalah keripik tempe. Berwujud tempe super tipis dan digoreng renyah. Lazimnya tempe kedelailah bahan dasarnya.

Namun di Wonogiri ada loh keripik tempe yang dibuat bukan dari kedelai. Namun dibikin dari benguk atau Mucuna prurien. Benguj merupakan salah satu jenis kara. Bijinya berukuran lebih besar dari pada polong-polongan lainnya, termasuk lebih besar berkali lipat dari biji kedelai.

Nah, berbicara mengenai tempe keripik benguk khas Wonogiri, secara umum sana seperti tempe keripik kedelai. Sama-sama renyah tipis dan gurih di lidah. Yang membedakan adalah biji yang ada di keripik kedelai lebih kecil daripada benguk. Lantaran itu gigitan renyahnya jelas lebih terasa.
Bisa dilihat secara kasat mata irisan benguk lebih besar dibandingkan kedelai

Baca Juga :  Stok Daging Melimpah Saat Idul Adha, Simpan Dengan Cara Ini Biar Tahan Lama

Menurut sejumlah penggemar, tekstur tempe keripik benguk lebih keras dan tidak gampang remuk. Lain dengan tempe keripik kedelai.

Cukup banyak warung di Wonogiri yang menjuak tempe keripik benguk. Ada yang dijual dalam wadah plastik berisi antara 8-10 buah. Ada pula yang dikemas dalam mika besar berbentuk persegi maupun bulat, tentu saja jumlah keripiknya lebih banyak daripada yang dibungkus plastik biasa.

“Kalau menurut saya tempe keripik benguk lebih renyah dan tidak gampang remuk, Mas,” ujar salah satu penggemar berat tempe keripik benguk, Endah, warga Kecamatan Wonogiri, Senin (21/6/2021).

Tidak hanya dikonsumsi sendiri, dia mengaku kerap memesan tempe keripik benguk untuk dikirim ke famili di perantauan.

“Karena pandemi, saudara di Jakarta tidak mudik. Akhirnya sering saya kirimi oleh-oleh khas Wonogiri, ya mete, tempe keripik benguk, dan lainnya,” ujar dia.

Penggemar lainnya, Trisno menuturkan memesan tempe keripik benguk langsung dari pembuatnya. Ada cukup banyak pembuat tempe keripik benguk di Wonogiri. Misalnya di sekitar Desa Purwosari Kecamatan Wonogiri, maupun Lingkungan Grobog, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri.

Baca Juga :  Warga yang Tolak Gadis Yatim Piatu Jalani Isoman di Fasilitas Desa Bulurejo Kecamatan Nguntoronadi Wonogiri Ternyata Pernah Terpapar COVID-19

“Harganya ya sekitar Rp 500 per biji, tergantung pemesanan juga,” jelas Trisno.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri, Wahyu Widayati berujar, Lingkungan Grobog menjadi sentra industri tempe keripik benguk. Ada belasan keluarga yang memroduksi tempe keripik benguk. Aris