JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Seperti Ini  Kronologi Merebaknya  Covid-19  Klaster Pijat Di Desa Ngringo, Jaten Karanganyar

Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Setelah ditelusuri,  akhirnya terkuak sudah terjadinya klaster pijat penyebaran Covid-19  di Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar, Jateng.

Ternyata klaster pijat itu diketahui diawali dari kedatangan seorang pemudik bernama Reksa (29) anak menantu dari almarhum Sukino (70),  lalu menyebar hingga berdampak meninggalnya dua orang serta 27 orang positif terpapar  Covid-19.

Ketua Satgas Jogotonggo RW16 Perumnas Ngringo Jalan Flamboyan, Widodo mengatakan,  kronologi Klaster pijat terjadi setelah Reksa yang juga karyawan BUMN di Jakarta itu mudik untuk menjenguk mertuanya, Sukino (70) di Perumnas Ngringo, Jalan Flamboyan Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar pada setelah lebaran lalu.

Setelah dirumah mertua dan berinteraksi dengan keluarga , seminggu kemudian Sukino merasakan sakit seperti gejala Covid-19 dan selanjutnya meninggal dunia dengan status positif Covid-19.

Selanjutnya Tumiyati (65) istri Sukino merasakan sakit masuk angin dan minta dipijat oleh Sukrasno (60) tukang pijat tuna netra warga sekitar. Namun selang beberapa hari Tumiyati juga meninggal dunia.

Tak pelak warga pun mulai heboh khawatir sehingga dilakukan tracking dan diketahui ternyata Reksa (29) positif covid sehingga warga baru sadar Sukino dan Tumiyati meninggal dunia akibat terpapar covid dari Reksa.

Selanjutnya juga diketahui Sukrasno (60) tukang pijat juga positif covid dari penyebaran saat memijat almarhumah Tumiyati (65). Padahal usai memijat almarhum Tumiyati, si tukang pijat ini seperti biasanya menjadi langganan warga perumahan tersebut.

Baca Juga :  Tipu Karyawati Cantik asal Karanganyar, Dokter Kandungan Abal-Abal Dijebloskan ke Penjara. Modal Stetoskop dan Rayuan Sukses Gorok Rp 45 Juta

Singkat kata setelah dilakukan swap massal diketahui sebanyak 27 orang terpapar covid dan yang positif covid sebanyak delapan orang. Sedangkan yang 19 orang terpapar covid dari kontak erat baik dengan tukang pijat dan warga yang sudah dipijat dan sekarang 19 orang itu sedang menjalani isolasi mandiri dibawah pengawasan ketat.

“Justru asli sumbernya dari satu orang pemudik dan si tukang pijat itu juga jadi korban namun saat itu belum diketahui bahwa situkang positif covid dan masih melayani panggilan warga setempat,” tandasnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (14/6/2021).

Dengan begitu, Widodo juga memaklumi jika akhirnya terjadi Klaster pijat meskipun pemicunya adalah seorang pemusik berstatus OTG. Pasalnya banyak warga yang pada saat itu menggunakan jasa pijat situkang pijat tersebut.

“Ya semenjak Klaster pijat ini terungkap banyak orang takut untuk pijat sampai menunggu isolasi mandiri situkang pijat bersama 19 warga selesai,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Puskesmas Jaten Sri Lestari M.Kes meminta warga di Perumnas Ngringo untuk lebih meningkatkan ketaatan pada protokol kesehatan karena kejadian itu tak lepas dari terabaikannya standar prokes.

Baca Juga :  Ramai Dugaan "Pembegalan" Label Bansos Rp 300.000 di Karanganyar. Duitnya dari Baznas Tapi Amplopnya Oh Tertulis Nama Bupati dan Istri

“Kami dari puskesmas terus melakukan pemantauan klaster di Ngringo tersebut,” ujarnya saat dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (14/6/2021).

Sebagai informasi Senin (14/6/2021)Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto SE meninjau klaster pijat di Perumnas Ngringo Jalan Flamboyan yang mana terdapat 19 orang menjalani isolasi mandiri. Pada Klaster pijat ini diketahui dua orang suami istri meninggal dunia dan 8 orang positif serta sebanyak 19 orang isolasi mandiri.

Desa Ngringo diketahui berdasar data terkini Sabtu (12/6/2021) terdapat 25 kasus dan jumlah meninggal dunia sebanyak 25 orang.
Beni Indra