JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Makin Gawat, 14 Warga Sragen Positif Terpapar Usai Kontak dengan Warga Kudus. Benarkah Varian Baru Covid-19 Mulai Masuk Sragen?

Petugas medis di RSUD Sragen saat memeragakan penanganan pasien corona virus di ruang isolasi. Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Situasi wabah covid-19 Sragen makin mengkhawatirkan.

Setelah dua hari meledak dengan tambahan 146 kasus positif dan 135 kasus pada Sabtu (12/6/2021) dan Minggu (13/6/2021), kali ini kekhawatiran berjangkitnya varian baru Covid-19 mulai mengancam.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan memang menerima laporan ada 14 warga Sragen yang positif dan terlacak sempat kontak dengan warga Kudus.

Namun dia mengaku belum bisa memastikan dan belum tentu jika 14 warga tersebut tertular covid-19 varian baru yang lebih berbahaya.

Baca Juga :  Geger di Jembatan Gunung Kemukus Sragen, Warga Menemukan Pria Tanpa Identitas Dalam Kondisi Sakit, Polisi Dibantu Warga Lakukan Evakuasi

Seperti diketahui, saat ini Kudus menjadi prioritas penanganan nasional usai lonjakan luar biasa kasus covid-19 di wilayah itu yang mencapai ribuan.

“Apakah itu varian baru apa tidak? Masih kita tunggu. Mereka (14 warga) semua sudah bawa ke technopark. Kalau yang bergejala kita bawa ke RS Kasih Ibu dan Sragen,” papar bupati kepada wartawan saat ditemui usai rapat terkait penanganan Covid-19 di Pemkab, Senin (14/6/2021).

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto menyampaikan varian baru ini memang lebih berbahaya. Baik penularan maupun resiko bagi yang tertular.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi di Sragen Dijual Bebas di Media Sosial Facebook, Politikus Senior Sragen Bambang Widjo Purwanto: Kok Dibiarkan, Apa Peran KP3 Dalam Pengawasan?

”Tidak ada penyakit penyerta pun bisa meninggal. Makanya kita perketat prokesnya, tetap melaksanakan 3M,” tandasnya.

Sebelumnya Gubernur Ganjar saat menyambangi pasien positif di Technopark Sragen, mengingatkan potensi kemunculan varian baru.

Menurutnya tingginya lonjakan kasus di beberapa daerah di Jateng beberapa waktu terakhir, tidak menutup kemungkinan rasa-rasanya karena adanya varian baru.

“Jangan disepelekan. Sekali lagi awas varian baru, saya ulangi waspada varian baru,” paparnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com