JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usai Ngedur 3 Hajatan Beruntun, 2 Warga Mendadak Meninggal Positif dan 40an Warga Satu Kampung Langsung Mengeluh Tak Enak Badan. Pemdes Harap-Harap Cemas!

Ilustrasi pemakaman protokol Covid-19. Foto/Poldes


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wabah covid-19 terus menunjukkan ancaman di wilayah Sragen. Di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, sebanyak dua warga dilaporkan meninggal dunia secara mendadak dalam dua hari terakhir dengan indikasi mengarah terkonfirmasi positif covid-19.

Tidak hanya itu, sekitar 40an warga kini juga dilaporkan mengalami gejala demam dan sakit ringan dengan indikasi kuat juga mengarah.

Belakangan baru terungkap, pageblug yang terjadi itu diduga kuat terkait erat dengan tiga acara hajatan yang digelar warga di kampung tersebut dalam dua pekan terakhir.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , di satu kebayanan Pagah itu memang ada tiga warga yang menggelar hajatan secara beruntun dalam dua pekan terakhir.

Setelah itu, ada dua warga yang meninggal dunia mendadak selama dua hari terakhir. Celakanya hasil swab menunjukkan tanda positif terkonfirmasi covid-19.

Tak cukup sampai di situ, sekitar 40an warga juga dilaporkan mengeluh mengalami gejala sakit ringan dan tidak enak badan. Tak ayal, pihak desa dan Muspika langsung menangkap sinyal kemungkinan mengarah gejala terpapar.

Saat dikonfirmasi, Kades Srimulyo, Sri Prasetyo Utomo membenarkan memang di kebayanan itu barusaja ada hajatan 3 warga berturut-turut dalam dua minggu terakhir.

Selain kecapekan, kekhawatiran muncul lantaran di hajatan memang identik dengan banyak orang yang datang dari mana-mana.

Baca Juga :  Peringati Harlah ke-23, PKB Sragen Serentak Blusukan Bantu Bingkisan ke Pasien Positif Isoman dan Bagi Voucher. Berharap PKB Makin Jaya

Kekhawatiran itu ditambah dengan kematian dua warga dalam dua hari terakhir yang kemudian diketahui positif.

“Dugaannya kemungkinan dari situ. Namanya dua minggu ngedur ada hajatan satu kebayanan, mungkin warga pada kecapekan. Lalu di hajatan kan orang datang dari mana-mana. Makanya tadi kita bersama Puskesmas dan Polsek mengupayakan pendataan warga yang bergejala. Ada 40an yang mengeluh sakit ringan,” paparnya.

Untuk warga yang meninggal dunia, sebenarnya berprofesi rumahan di toko kelontong.

Meski demikian, Kades memastikan saat ini situasi di kebayanan itu maupun di desanya relatif kondusif.

Hanya saja untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan dan memutus rantai penyebaran covid-19, Satgas desanya langsung bergerak melakukan penyemprotan desinfektan dan pendataan warga untuk diswab.

“Tidak ada lockdown. Cuma tadi kita langsung bergerak melakukan penyemprotan massal. Sama warga yang sakit kita data untuk diswab besok,” terangnya.

Kades menguraikan penyemprotan massal itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Gondang berikut jajaran Satgas kecamatan.

Ada 15 warga yang diterjunkan untuk melakukan penyemprotan ke semua rumah di kebayanan Pagah.

Penyemprotan massal dilakukan atas inisiatif desa dan warga untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Cairan desinfektan pengadaan dari desa. Hari ini selain penyemprotan kita juga lakukan tracing massal. Karena ada 40 warga yang mengalami gejala sakit ringan dan mengarahnya ke sana. Artinya yang sakit kita data dan besok kita swab dari Puskesmas,” terang Kades.

Baca Juga :  Sragen Masuk PPKM Level 3, Kapolres Imbau Warga Tak Terprovokasi Ajakan Demo. Dua Provokator Sudah Ditangkap Polda

Ia menambahkan saat ini proses tracing kontak erat warga yang meninggal dan warga yang sakit di sekitarnya, masih berlangsung. Ada beberapa warga yang menolak diswab namun akan diupayakan pemahaman agar mau.

“Nanti kalau hasil swab ada yang positif lagi nanti satu atau dua minggu lagi kita semprot massal lagi. Ini ikhtiar kami bersama warga agar desa kami segera terbebas dari pandemi,” tegas Kades. Wardoyo