JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Awas, Ada Paket Coklat Isi Sabu Dijual Harganya Rp 200.000 Sampai Rp 300.000. Polisi Sudah Menangkap 6 Pengedarnya di Pati

Tersangka pengedar coklat isi sabu diamankan di Polres Pati. Foto/Humas Polda


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

PATI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Satresnarkoba Polres Pati mengungkap empat kasus peredaran gelap narkoba dengan modus memasukan dalam makanan coklat. Dari enam tersangka yang tertangkap polisi menyita barang bukti 10,4 gram narkotika jenis sabu.

Keempat kasus tersebut berhasil diungkap selama Juni 2021. Keenam tersangka yang tertangkap merupakan pemain lokal dan residivis dalam kasus serupa.

Saat konferensi pers di Mapolres Pati, Rabu pagi (7/7/2021), Kapolres AKBP Christian Tobing mengatakan, para tersangka pelaku penyalahgunaan narkoba yang tertangkap itu bernisial AR (39) warga Dukuhseti, DC (42 tahun) warga Jaken, WR (43 tahun) warga Kecamatan Pati, serta AP (40 tahun), TS (36 tahun) dan PD (40 tahun) warga Kecamatan Margoyoso.

“Modus operandinya barang haram jenis sabu tersebut diedarkan dengan menaruh di alamat dan tempat yang disepakati. Narkotika tersebut dikemas dengan bungkus makanan coklat,” katanya.

Baca Juga :  Polda Jateng Bebaskan 2 Provokator dan Satu Kades di Sragen dari Jeratan Pidana. Ini Penampakannya

Satresnarkoba Polres Pati menyita barang bukti berupa 10,4 gram sabu dari keenam pengedar yang menyandang status tersangka tersebut.

“Para pelaku menjual per paket dalam bungkus makanan coklat itu, dengan berat bervariasi dengan harga berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 300.000,“ katanya.

Penyidik Satresnarkoba Polres Pati menjerat enam tersangka dengan pasal 112 dan 114 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman empat tahun hingga 20 tahun penjara.

Selama Januari hingga Juni 2021 ini, Satresnarkoba telah mengungkap 35 kasus narkoba menangkap 60 tersangka, dengan barang bukti 87,6 gram. Prestasi ini juga mendapat apresiasi penghargaan dari Bupati Pati Haryanto di peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, 26 Juni 2021 lalu. Wardoyo