JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bagi-Bagi Vitamin dan Sembako, Dandim Karanganyar Imbau Semua Warga yang Positif Covid-19 dan Tidak, Semua Mengisolasi Diri!

Dandim Karanganyar. Foto/Wardoyo


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – PPKM darurat Jawa-Bali yang berlaku 3-20 Juli 2021 diharapkan jadi momentum semua pihak untuk mengisolasi diri dengan membatasi aktivitas keluar rumah.

Dengan semua kompak isolasi, maka diyakini akan mempercepat penyembuhan wabah Covid-19 yang melanda saat ini.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo usai menutup secara simbolis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Desa Tengklik, Tawangmangu di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (14/7/2021).

Ia mengatakan PPKM Darurat sebenarnya momentum untuk menyembuhkan diri dari Covid-19. Menyembuhkan baik yang dijalani warga terpapar maupun yang sehat.

Sehingga semua orang perlu menjalani pembatasan kegiatan tanpa terkecuali.

“PPKM darurat ini waktu mengisolasi diri. Bukan hanya bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 namun juga bagi yang sehat. Jangan diartikan isolasi bagi yang kena Covid-19 saja. Harus sama-sama,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Peringatan, Kades dan Perangkat Desa Bisa Diberhentikan Jika Melanggar Aturan dan Tak Dukung PPKM Level 4

Menurutnya, dengan semua berada di rumah, maka efektif mengurangi interaksi dan mobilitas.

Seperti diketahui, virus Covid-19 berpindah dari satu tempat ke tempat lain tergantung mobilitas manusia.

Berdasarkan evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten Karanganyar di awal pemberlakuan PPKM darurat Jawa-Bali, penurunan mobilitas kurang dari 10 persen.

Padahal sudah diterapkan sterilisasi PKL di area publik dan memberlakukan jam malam. Selain itu, ruas utama jalan Lawu ditutup saat malam.

“Pekan pertama pemberlakuan PPKM darurat itu belum penurunan mobilitas. Kurang dari 10 persen. Bahkan kemarin sempat zona merah. Namun seiring berjalannya waktu, angka itu merangkak naik. Sekarang lebih dari 10 persen. Artinya, masyarakat mulai lebih patuh. Enggak usah kemana-mana. Di rumah saja,” katanya.

Kemudian, pihaknya tidak menutup mata dengan kondisi masyarakat terdampak PPKM darurat.

Kodim bersama Polres melakukan bakti sosial berupa pembagian vitamin dan sembako ke masyarakat sekitar unit kerjanya.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 19 Warga Kembali Meninggal Dalam Sehari Terpapar Covid-19 dan Tambah 85 Kasus Positif

“Dari kita menyalurkan obat dan vitamin. Dibantu dari koramil juga. Kemudian polres juga membagikan sembako dalam baksosnya. Semoga ini bisa menyemangati mereka agar tetap patuh prokes dan menjalani PPKM darurat tanpa melanggar,” katanya. Wardoyo