JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Diduga Bikin Opini Menyesatkan Soal Covid-19, Dokter Lois Owien Resmi Tersangka

Dokter Lois Owen / instagram


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Sempat ditahan karena opininya tentang Covid-19 dianggap menyesatkan publik, dokter Lois Owien akhirnya dipulangkan oleh Bareskrim Polri pada Selasa (13/7/2021).

Bareskrim Polri mempersilakan dokter Lois Owien pulang tanpa menghilangkan barang bukti dan tidak melarikan diri.

Dilansir dari liputan6.com, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto memastikan jika kasus dokter Lois Owien akan tetap berjalan meski yang bersangkutan dipersilakan untuk pulang. Dalam perkara ini, dokter Lois Owien telah berstatus sebagai tersangka.

“(Status tersangka) sesuai pasal yang dipersangkakan kepada yang bersangkutan,” tegasnya.

Dokter Lois disangkakan pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan Undang Nomor 4 Tahun 1984 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Koperasi Harus Bergerak Kreatif dan Produktif di Masa Pandemi

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi menjelaskan bahwa dokter Lois Owien dipulangkan karena telah menyanggupi untuk tidak melarikan diri.

Secara lebih lanjut, Slamet menuturkan bahwa dokter Lois telah mengakui kesalahan opininya tentang covid. Dokter Lois mengatakan bahwa opininya tentang covid adalah opini pribadi yang tidak berlandaskan hasil riset.

Sebelumnya dokter Lois Owien menjadi viral karena pernyataannya bahwa covid bukanlah virus dan tidak menular. Ia bahkan mengatakan bahwa kasus kematian pasien covid disebabkan oleh efek interaksi obat yang dikonsumsi pasien dan bukan karena virus korona. Pernyataannya tersebut menjadi viral dan membuat geram banyak pihak. Harum Ika Praningrum