JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dipanggil Polisi, Kasi Trantib Mendadak Diminta Cabut Laporan Kasus Baliho Enak Jaman PKI Buatan Kades Jenar. Mengaku Masih Ogah, Ini Alasannya!

Baliho bergambar Kades Jenar dengan tulisan menghujat pemerintah dan menyebut lebih enak Jaman PKI sebelum diturunkan oleh petugas Muspika Jenar, Rabu (14/7/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaksana Tugas (PLT) Kasi Trantib Kecamatan Jenar, Kardiyono menyatakan menolak permintaan penyidik Polres untuk mencabut berkas laporan soal kasus baliho hujatan pemerintah dan enak Jaman PKI yang dibuat Kades Jenar, Samto.

Pernyataan itu disampaikannya kepada wartawan seusai memenuhi panggilan penyidik Reskrim Polres, Minggu (25/7/2021).

Kepada wartawan, ia menyampaikan kembali dipanggil oleh pihak Reskrim Polres Sragen. Menurutnya, dirinya dipanggil untuk diminta mencabut berkas laporan terkait kasus Baliho Kades Jenar yang ia turunkan bersama personel Satpol PP Jenar, pekan lalu.

Namun ia menyampaikan kepada penyidik dirinya belum akan melakukan pencabutan. Karena sejak awal dirinya merasa tidak berposisi sebagai pelapor kasus itu.

Sepengetahuannya, dirinya hanya dimintai keterangan oleh penyidik sebagai saksi namun dalam berkas justru ditulis sebagai pelapor.

Baca Juga :  Sopir Bus AKAP Menjerit, Organda Sragen Desak Pertamina Penuhi Stok BBM Solar. Ketua: Solar Langka, Ekonomi Bisa Lumpuh!

“Saya dulu dipanggil ke Polres tanggal 17 Juli sama teman saya Indri yang menurunkan baliho itu, sebagai saksi. Tapi mengapa di berkas saya malah ditulis sebagai pelapor. Ketika kemudian kasusnya katanya selesai pembinaan, saya kok disuruh nyabut berkas laporan. Kan enggak pas. Makanya saya belum mau mencabut,” paparnya kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Kardiyono menguraikan alasan lain, dalam penurunan baliho Kades maupun pembubaran hajatan di Desa Jenar, dirinya bekerja sebagai personel Satgas yang menjalankan perintah atasan.

Dalam hal itu Camat selaku Ketua Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Jenar. Sehingga semestinya ketika harus ada pencabutan berkas laporan, kewenangan semestinya secara kelembagaan atau Satgas, bukan pada dirinya sebagai personel.

“Mungkin akan kami bicarakan hal ini dengan duduk satu meja bersama tim satgas Covid-19 terlebih dulu. Karena saya bekerja melakukan pencabutan baliho dan pembubaran hajatan sesuai dengan perintah dari tim Satgas. Bukan atas keinginan saya pribadi,” tuturnya.

Baca Juga :  Bikin Malu, Mantan Kapolsek Gemolong Sragen Ini Ternyata Sering Minta Uang ke Bupati. Pakai Alasan Mulai dari Ibunya Covid-19 sampai Saudara Melahirkan!

Kemudian perihal statusnya sebagai pelapor, hal itu secara tidak langsung juga malah menyudutkan posisinya dan membenturkan dengan masyarakat maupun Kades.

Jikalau terpaksa diminta mencabut, selain rekomendasi Satgas Covid-19 kecamatan, dirinya merasa perlu ada alasan yang logis dan benar-benar bisa diterima akal sehat.

Antiklimaks dan Dibebaskan

Sebelumnya, kasus ujaran kebencian yang dilakukan Kades Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, Samto (51) bin Kliwon dengan membuat baliho menghujat pemerintah dan enak Jaman PKI, berakhir antiklimaks.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua