JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Mayoritas Pasien Covid-19 di DIY Meninggal di Rumah Sakit, Selebihnya Saat Isoman di Rumah

Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono


YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mayoritas kasus kematian akibat Covid-19 di Provinsi DIY, terjadi di rumah sakit, yakni sebanyak 1.890 pasien (68 persen) dari total 2.780 orang hingga 23 Juli 2021 lalu.

Selanjutnya, sebanyak 695 orang (25 persen) yang meninggal saat melakukan isolasi mandiri  (Isoman)  di rumah. Baru kemudian, 195 pasien (7 persen) kasus meninggal tidak diketahui tempatnya.

Demikian data dari Gugus Tugas Covid-19 DIY yang dibeberkan oleh Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dari jumlah tersebut, ujar Sultan, penyebab tingginya kasus kematian akibat Covid-19 di DIY dikarenakan beberapa alasan.

Advertisement

Pertama, karena pasien meninggal mempunyai komorbid (penyakit penyerta) dan sudah berusia lanjut. Kedua, karena tidak mendapatkan oksigen, dan ketiga pasien belum mendapatkan vaksinasi,” kata Sultan dalam keterangannya saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan, Sabtu (24/7/2021) malam.

Baca Juga :  Usulkan Lima, Ternyata Hanya 4 Destinasi Wisata di DIY yang Diberi Izin Buka

Sultan juga mengungkap alasan lain penyebab kasus kematian di wilayahnya karena ada pasien mengalami gejala ringan yang berkembang menjadi berat tetapi tidak terpantau optimal karena isolasi mandiri atau isoman.

“Untuk mengurangi yang meninggal saat isoman, kami sudah berkoordinasi dengan BNPB maupun dengan bupati/wali kota untuk membentuk satgas yang akan menangani isolasi di shelter terpusat,” kata Sultan.

Nantinya, lanjut Sultan, dari pihak pemerintah kabupaten/kota yang mendata nama dan alamat dari pasien yang isoman dan membantu pemerintah DIY melakukan tracing bagi seluruh isoman.

Baca Juga :  Kasus Teror Bom di Yogya, Kantor LBH Dilempari Bom Molotov

Satgas ini nantinya akan memantau kondisi para pasien isoman, yang akan dipindahkan proses isolasinya ke shelter-shelter terpusat yang telah disiapkan.

Sultan mengungkapkan, saat ini ada tiga shelter terpadu yang akan menjadi wilayah kerja dari satgas khusus DIY ini. Yakni di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Balai Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yogyakarta maupun asrama mahasiswa UNY. “Total kapasitasnya 506 orang,” kata dia.

Pasien isoman nantinya akan dibagi menurut gejala yang dialami. Mereka yang bergejala sedang akan dibawa ke shelter terpusat, sedangkan yang bergejala berat akan dirujuk ke rumah sakit.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua