SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kasus pembubaran hajatan di Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen Rabu (28/7/2021) malam menyisakan fakta memprihatinkan.

Informasi yang berkembang, dua orang dari pihak pengantin dan pemilik rumah atau orangtua pengantin di hajatan itu dikabarkan hasil swabnya positif Covid-19.

Menurut data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , dua orang yang positif itu adalah pemilik rumah atau bapak pengantin berinisial S dan pengantin perempuan berinisial H.

“Iya informasinya pengantin perempuan dan bapaknya positif. Kalau yang manten laki-laki dan anggota keluarga lainnya negatif,” ujar DI, salah satu warga kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Advertisement
Baca Juga :  Jadi Markas Penjualan Pil Koplo, Rumah Warga Tangen Digerebek Polisi. Ditemukan 500 Butir Trihex Siap Edar

Hasil swab positif itu beredar tak lama setelah hajatan campursari di acara midodareni Pak S, dibubarkan polisi dan Satgas.

Kasus temuan positif itu terungkap saat kedua mempelai dan keluarganya melakukan swab antigen di Puskesmas Jenar sehari sebelum melaksanakan ijab kabul.

Swab antigen dilakukan sebagai syarat untuk menggelar ijab kabul. Meski sudah dinyatakan positif dan diminta isolasi, namun diduga pemilik rumah tetap nekat melanjutkan acara bahkan kemudian mengundang hiburan campursari.

Baca Juga :  Update Covid-19 Sragen Hari Ini, Tambah 10 Kasus Positif Baru, 1 Meninggal Dunia dan 6 Orang Harus Dirawat

Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Jenar, Agus Pranoto Budi Susilo menyampaikan pihaknya memang melakukan swab antigen sebanyak 5 paket calon pengantin dan keluarganya yang hendak menikah kemarin.

Menurutnya, swab antigen dilakukan sore sehari sebelum pelaksanaan ijab.
Hasilnya dari 5 orang itu, ada 2 yang positif dan salah satu di antaranya adalah calon pengantin.

Namun ia enggan membeberkan identitas pengantin dan empunya hajat yang positif itu. Ia hanya menyebut yang diswab dan positif itu berasal dari wilayah Jenar.

Halaman:   1 2 Semua